Pemerintah Minta Masyarakat Selalu Waspada. - Waspada

Pemerintah Minta Masyarakat Selalu Waspada.

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan jumlah orang terinveksi corona baru (Covid-19) hingga Minggu (22/3) menjadi 514 orang. Ada penambahan sebanyak 64 orang dari sebelumnya 450 orang pada Sabtu (21/3).

Jumlah korban meninggal dunia pun bertambah 10 orang menjadi 48 orang.

Meski demikian, jumlah orang yang dinyatakan sembuh karena telah melewati dua kali tes, bertambah banyak dari 20 menjadi 29 orang.

Penambahan kasus sebanyak 64 kasus baru tersebut berasal dari DKI Jakarta (40 kasus), Jawa Barat (4 kasus), Jawa Tengah (1 kasus), Jawa Timur (15 kasus), Kalimantan Selatan (1 kasus), Maluku (1 kasus), dan yang terbaru adalah Papua (2 kasus).

Data tersebut, lanjut Yuri, sudah diserahkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk kemudian dilanjutkan ke rumah sakit untuk lanjutan layanan rumah sakit. Kemudian diberikan kepada dinas setempat untuk kepentingan penelusuran kontak.

“Informasi ini sudah dilaporkan kepada masing-masing kepala daerah,” kata Yuri jumpa pers yang diadakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (22/3).

Dengan melihat data kasus yang terus naik tersebut, Yuri kembali mengingatkan pentingnya melakukan pembatasan sosial berbasis komunitas. Dalam hal ini pemerintah berharap masyarakat saling mengingatkan dan mengawasi.

“Semua harus berperan dalam penanganan pandemi ini, tidak bisa hanya pemerintah saja, melainkan butuh sinergitas dari seluruh komponen dan utamanya masyarakat itu sendiri,” tandas Yuri.

Ditambahkan Yuri, pihak medis telah mengambil

Beberapa langkah terus dilakukan pemerintah, salah satunya dengan menyiapkan rumah sakit tambahan serta terus melakukan skrining massal dengan menggunakan rapid test. Demikian juga dengan obat-obatan yang akan digunakan, sudah dimiliki pemerintah.

Mengenai obat-obatan ini, Yuri menegaskan harus atas resep dokter. Tidak dibenarkan untuk disimpan sendiri dan diminum dalam rangka pencegahan.

“Karena upaya pencegahan dilakukan dengan minum obat tertentu,”imbuhnya.

Yuri mengingatkan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap penyebaran virus covid-19 dari orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala sakit. Ada orang-orang yang terinfeksi COVID-19 tapi tidak memperlihatkan kondisi sakit secara kasat mata.

Dengan tidak menunjukkan gejala sakit, seseorang bisa berpikir kalau dia tidak terinfeksi virus COVID-19, alhasil akan menularkan kepada orang lain jika tidak menjaga jarak aman.

“Karena kita sadari bahwa tidak seluruh orang yang di dalam tubuhnya ada virus COVID-19 memberikan gambaran sakit,” kata Yurianto.

Untuk itu, dia mengingatkan upaya membatasi kontak adalah cara pencegahan terbaik. Kemudian menjaga imunitas diri agar tetap sehat dan melakukan aktivitas di rumah.

Dalam jumpa pers yang disiarkan langsung lewat media sosial youtube, twitter dan instagram BNPB itu, Yurianto menyampaikan rasa keprihatinan Pemerintah yang mendalam atas meninggalnya sejumlah tenaga kesehatan ditengah pandemi virus COVID-19 di Tanah Air.

“Pemerintah menyatakan keprihatinan mendalam dan duka cita yang sedalam-dalamnya atas beberapa tenaga kesehatan yang terpaksa harus menjadi korban dari penyakit COVID-19. Yakinlah kita berada dalam pengabdian yang benar, profesional dan kita berikan semuanya untuk kebaikan rakyat kita yang dicintai ini,”tutup Yuri. (dianw)

  • Bagikan