Waspada
Waspada » Pemerintah Harus Kerja Keras Ingatkan Masyarakat Agar Ikut Vaksin
Nusantara

Pemerintah Harus Kerja Keras Ingatkan Masyarakat Agar Ikut Vaksin

Saleh Partaonan Daulay (kiri) saat jadi pembicara pada diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ di  Media Center DPR RI Jakarta, Selasa (25/2) (Waspada/dok)

JAKARTA (Waspada)
Ketua Fraksi PAN DPR RI,Saleh Partaonan Daulay mengingatkan
hasil survei Indikator Politik terkait masyarakat tidak mau divaksin tidak boleh dianggap remeh.
Karena itu
Pemerintah harus bekerja keras untuk meyakinkan masyarakat agar ikut vaksinasi.

Menurut wakil rakyat dari daerah ini adalah temuan yang serius. Ternyata ada banyak masyarakat tidak mau divaksin.

“Survei tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Pemerintah harus melakukan sosialisasi vaksinasi COVID-19 secara luas dan masif kepada masyarakat.” katanya dalam keterangan tertulisnya yang diterima Waspada, Senin (22/2) di Jakarta sebagai tanggapannya atas Survei Indikator Politik yang menyebutkan 41 persen masyarakat yang menolak divaksin

“Berarti yang kemarin-kemarin ini dikampanyekan oleh pemerintah itu belum masuk sepenuhnya. Belum dipahami sepenuhnya oleh masyarakat. Makanya, mereka tadi takut nggak mau divaksin. Sosialisasi penting sekali agar semua masyarakat ini paham.”

Masyarakat perlu untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Sebab, anggaran besar yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk menangani pandemi COVID-19 di Tanah Air tidak terbuang cuma-cuma.

“Ini penting sekali loh orang ikut vaksinasi ini. Karena jumlah anggaran untuk vaksinasi itu besar. Terakhir Menkes paparkan di Komisi IX angkanya mencapai Rp 134 triliun sekian. Jadi angka itu untuk vaksinasi dan seluruh hal yang berkaitan dengan itu luar biasa besarnya.

Jadi harus efektif. Harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Harus betul-betul seusai target yang dicanangkan oleh pemerintah, tandasnya.

Dia menyebut dirinya tidak begitu yakin bahwa sanksi yang disebutkan dalam perpres 14 yang baru itu akan meningkatkan partisipasi masyarakat.

Menurutnya partisipasi itu akan lebih meningkat jika sosialisasinya dilakukan secara serius di seluruh Indonesia.

“Sanksi itu sepertinya tidak akan efektif. Sebab, ada banyak di antara masyarakat kita yang memang tidak mau divaksin. Kalau misalnya diberi sanksi denda, mereka lebih memilih membayar denda. Kalau sudah bayar denda, apakah masalahnya selesai? Kan tidak. Mereka tetap tidak divaksin, sebutnya

Kalau misalnya nanti disanski kurungan, lanjutnya, apa cukup rumah tahanan (rutan) kita untuk menampungnya? Lalu, kalau ditahan, apakah masalahnya selesai? Kan tidak selesai juga. Mereka tetap tidak divaksin. Itu masalahnya, paparnya.

Karena itu, menurut Saleh, sebaiknya lakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Jika mereka paham dan percaya, mereka justru yang akan datang. Mereka yang akan minta divaksin” tukas Saleh Partaonan Daulay, yang juga anggota Komisi IX DPR (JO5)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2