Waspada
Waspada » Pemenang Festival Sains dan Budaya Bakal Dibina Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud
Nusantara

Pemenang Festival Sains dan Budaya Bakal Dibina Pusat Prestasi Nasional Kemdikbud

JAKARTA (Waspada): Festival Sains dan Bahasa (FSB) 2020 yang digelar Eduversal dan Sekolah Karisma Bangsa, memasuki babak final. Gelaran babak final dibuka sejak Jumat (21/2) di kawasan sekolah Kharisma Bangsa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Sebanyak 195 siswa yang berasal dari 18 provinsi di Indonesia, berlaga di dua ajang yang berbeda pada FSB yakni Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (Osebi) serta Indonesian Science Project Olympiad (ISPO).

Presiden ISPO,  Riri Fitri Sari mengatakan, FSB 2020 sudah menjadi ajang tahunan yang memantik minat meneliti para siswa. Gagasan dan ide-ide cemerlang yang muncul dari para generasi muda ini, jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

“Ruang pameran dalam gelaran final FSB ini dipenuhi hasil penelitian anak bangsa. Saya menilai tiap tahun minat anak-anak pelajar kita untuk meneliti, semakin tinggi,” kata Riri, dalam jumpa pers pasca pembukaan final FSB.

Dalam kegiatan selama tiga hari mulai 21-23 Februari, finalis ISPO akan melakukan presentasi dan demo mengenai proyek sains yang mereka kerjakan. Presentasi selama 15 menit harus memasukkan berbagai unsur, mulai dari analisis, latar belakang masalah, ide penelitian, hingga solusi yang ditawarkan. Hal itu, dikatakan Riri, bukan perkara mudah.

“Dalam menilai, tetap saja para juri memerhatikan konten peneltian. Tapi bagaimana mereka mempresentasikan dan memperlihatkan bahwa itu kontribusi mereka, juga ikut dinilai. Orisinalitas juga dilihat, apakah juga didukung oleh guru atau orang tua. Jadi aspek penilaiannya holistik dari hulu ke hilir,”terang Riri.

Mengenai seni, Presiden Direktur Osebi, Liliana Muliasttuti mengatakan, FSB 2020 yang didukung oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) serta Epson selaku industri, menjadi modal yang baik untuk mengembangkan seni dan budaya Nusantara.

Dia memberikan contoh Korea Selatan yang sukses mengonversi kekayaan budayanya ke dunia internasional. Hal itu berhasil dilakukan oleh Negeri Gingseng, dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“Budaya dan kesenian adalah pintu masuk bagi kita untuk memajukan Indonesia. Makanya perhatian dari pemerintah dan dunia usaha menjadi kekuatan untuk ajang-ajang kompetisi dan iklim berprestasi ini, tambah baik,” ujar Liliana.

Staf Analis Pengembangan Peserta Didik,
Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbud, Rizal Alfian yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, negara hadir dalam membina dan mengembangkan bakat-bakat dan potensi generasi muda.
Karena itu, pemenang atau juara dari kegiatan Indonesia Sains Project Olympiade (ISPO) dan Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) akan bisa dikurasikan dan difasilitasi ke depan.

“Pusat prestasi nasional (PPN) adalah unit baru di Kemdikbud. Lewat PPN ini nantinya siswa berprestasi dari kegiatan ISPO dan OSEBI akan dikurasi dan difasilitasi sebagai bentuk kehadiran negara dalam mendukung negara hadir untuk keberlanjutan siswa berprestasi,” ujar Rizal.

Menceritakan sedikit mengenati Pusat Prestasi Nasional, Rizal mengungkapkan bahwa pusat baru tersebut akan membawahi fungsi olimpiade, kompetisi, lomba yang dulunya berada di bawah Direktorat Jenderal, Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen).

“Nah sekarang beralih di pusat prestasi nasional. Kemendikbud juga berharap dengan adanya pusat ini, kemudian bisa mengkurasi prestasi di luar yang selama ini belum Kemendikbud lakukan,” kata Rizal.(dianw/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2