Waspada
Waspada » PDIP Wajibkan Agenda Bersih-bersih Sungai Di Seluruh Indonesia 
Nusantara

PDIP Wajibkan Agenda Bersih-bersih Sungai Di Seluruh Indonesia 

Ahmad Basarah, (kiri) saat menanam pohon mahoni. (Ist)

JAKARTA (Waspada): Ketua DPP PDI Perjuangan, Ahmad Basarah, turut menyemarakkan kegiatan menanam pohon dan bersih-bersih sungai. Kegiatan yang masih dalam rangkaian program Gerakan Penghijauan dan merawat Daerah Alirah Sungai ‘Cinta Ciliwung Bersih’ itu merupakan kelanjutkan instruksi partai yang disampaikan pada HUT ke-48 PDIP, Januari lalu. 

Basarah bersama 200 kader diketahui menanam pohon sekaligus bersih-bersih di area Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur, tepatnya di Kelurahan Pondok Kopi. 

“Saya
Ahmad Basarah, (kiri) saat
menanam pohon mahoni. (Ist)Bersama-sama dengan hampir 200 teman-teman DPC, PAC, kemudian ranting dan Anggota DPRD yang diutus dari kabupaten-kota yang ditugaskan ke DAS Banjir Kanal Timur, Pondok Kopi, Jakarta Timur,” kata Basarah, Minggu (21/2). 

Menurutnya, gerakan “politik penghijauan” ini

merupakan agenda nasional PDIP. Artinya, kegiatan menanam pohon dan merawat lingkungan, juga dilakukan oleh kader di seluruh Indonesia. 

Wakil Ketua MPR itu pun, sudah dua kali mengikuti kegiatan serupa yakni berbarengan dengan pelaksanaan HUT partai, Januari lalu, di pinggiran kali yang berada di Jalan Prapatan Baru, Senen, Jakarta Pusat. Bersama dengan Basarah, ikut juga Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. 

“Artinya kelanjutannya adalah bahwa program menanam pohon ini tidak hanya dilakukan di daerah aliran Sungai Ciliwung. Tapi juga diharapkan aliran- aliran sungai di seluruh wilayah Indonesia ini juga mendapatkan perhatian untuk mendapatkan tanaman-tanaman yang dapat menyerap air mereka di wilayah sungai masing-masing,” katanya 

Basarah pun menyampaikan, bahwa misi mulia menanam pohon yang dilakukan partai banteng untuk menjaga bumi dan seluruh alam raya dari ancaman perubahan iklim. 

Sementara itu, program Cinta Ciliwung Bersih pun membawa pesan luas yakni sungai sebagai sumber kehidupan bagi manusia. Banyak hal bisa diperoleh, jika rakyat sungguh- sungguh merawat sungai dan memanfaatkannya dengan baik dan benar. 

“Sehingga selain mendapat membuat paru-paru udara di sekitarnya menjadi bersih karena banyak pohon, juga jadi para-paru udara di sana. Dan dapat mencegah banjir yang mungkin terjadi kalau serapan air dari pohon-pohon tidak maksimal,” tutur Basarah. 

Belum Maksimal 

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Kebudayaan PDI Perjuangan Tri Rismaharini menceritakan pengalamannya mengatasi banjir saat menjabat sebagai Wali Kota Surabaya. Hal itu disampaikan Risma saat melakukan penanaman dan melepaskan bibit mujair di Waduk Cincin, Tanjung Priok, Jakarta Utara. 

Di sela-sela acara penghijauan itu, Risma enggan mengomentari mengenai peristiwa banjir yang terjadi di DKI Jakarta akhir-akhir ini. Namun, sebagai orang yang pernah menjadi pemimpin di suatu daerah, Risma menyampaikan ada tahapan intervensi yang harus dilakukan agar meminimalisasi banjir. 

Risma menjelaskan, aliran sungai tidak boleh diganggu sehingga air bisa diantarkan dari hulu hingga hilir tanpa hambatan. Kemudian, sampah harus dipisahkan. Drainase kota juga harus bersih. 

Karena sampah bercampur antara plastik dengan limbah lainnya, maka terjadi endapan yang tinggi di sungai. Namun, Risma menilai ada langkah yang bisa dilakukan, yaitu rutin melakukan pengerukan di sungai dan jalur air. 

Selain itu, Risma juga menjelaskan setiap tahun permukaan air laut semakin meninggi karena global warming yang mengakibatkan mencairnya Kutub Utara dan Kutub Selatan. Karena itu, perlu dibuatkan tanggul dan pompa di pintu-pintu air. 

“Enggak bisa kita hanya mengandalkan resapan. Karena kapasitasnya sudah tidak memadai dengan curah hujan yang semakin tahun semakin tinggi. Jadi memang harus dengan pompa,” terang Risma. 

Menteri Sosial itu juga melihat Waduk Cincin Jakarta ini bisa dikelola dengan baik. Waduk Cincin bisa menjadi salah satu alat untuk pengaturan air. Namun, pemerintah setempat belum mengelolanya secara maksimal. 

“Kalau ini bisa dimaksimalkan, diturunkan air di sini, maka air bisa masuk ke dalam waduk ini. Itu jadi reservasi air,” kata Risma. 

Risma percaya banjir di suatu daerah bisa diminimalisasi asal seluruh pihak mau bekerja. Bukan hanya menteri saja, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah. 

“Semua harus bergerak untuk bagaimana mengelola lingkungan, juga Pemda. Dan itu saya percaya bisa, karena saya juga dulu Surabaya 52 persen sejak awal-awal wali kota (banjir). Sekarang relatif klir. Gresik, Sidoarjo banjir, kami (Surabaya) relatif tidak,” tegas Risma.

Di hari yang sama, Ketua DPP PDIP Ribka Tjitaning pun terjun dengan sejumlah kader termasuk Ketua DPC PDI Jakarta Selatan Yuke Yurike melakukan penanaman pohon di  Kelurahan Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

“Kami menanam 60 pohon terdiri dari mangga, nangka dan petai,” ujar Yuke. (irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2