PDIP Perkuat Tradisi Demokrasi Pancasila Lahirkan Pemimpin Bangsa - Waspada

PDIP Perkuat Tradisi Demokrasi Pancasila Lahirkan Pemimpin Bangsa

  • Bagikan
Sekretaris Jendral PDIP Hasto Kristiyanto. (Ist)

JAKARTA (Waspada): Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkomitmen untuk terus memerkuat tradisi demokrasi Pancasila yang mengakar pada budaya bangsa. 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa demokrasi di Indonesia bukan demokrasi elektoral-individual. Demokrasi Indonesia mengacu pada budaya bangsa yang mengedepankan gotong rotong, musyawarah, dan kepemimpinan yang didukung oleh spirit kolektivitas gotong royong,  bukan individual. PDIP sendiri, kata Hasto telah membangun demokrasi yang semakin matang, agar lahir pemimpin bangsa yang hebat. 

“Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pemimpin politik dari tingkat pusat hingga daerah yang disiapkan melalui mekanisme kaderisasi kepemimpinan Partai,” ujar Hasto Kristiyanto dalam keterangannya di Jakarta, amJumat (15/10/2021).

Hasto menyebut sosok seperti Presiden Jokowi, Prananda Prabowo, Puan Maharani, Olly Dondokambey, Ganjar Pranowo, Wayan Koster, Tri Rismaharini, Djarot Syaiful Hidayat, Abdullah Azwar Anas, Mardani, Sultan Riska dan lainnya, lahir dari mekanisme kaderisasi Partai. 

Karena itulah, sambung Hasto, PDIP terus melakukan konsolidasi dan kaderisasi Partai. Itu semua perlu kerja sistemik melalui bangunan organisasi kepartaian. “Jadi terkait dengan capres dan cawapres, Partai memiliki banyak kader yang mumpuni yang telah dipersiapkan Partai.”

Hasto menambahkan, menyoal keputusan terhadap siapa capres dan cawapres PDIP, Kongres V Partai telah memberikan mandat kepada ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Pengumuman akan dilakukan pada momentum yang tepat. Semua memerlukan pertimbangan yang matang, bukan asal deklarasi. Itulah tata cara melahirkan pemimpin, perlu pertimbangan matang dan jernih,” urainya.

Hasto menjelaskan, saat ini PDIP melihat ada sekelompok kepentingan yang tidak mau bekerja keras melakukan kaderisasi secara sistemik lalu mengambil jalan pintas dengan mencalonkan sosok tertentu dengan berbagai subyektivitas kepentingan. 

“Partai terus mencermati dinamika politik yang berkembang. Seluruh kader dan anggota Partai terus memegang disiplin dan lebih memilih membantu rakyat di dalam seluruh program recovery atas dampak pandemi,” kata Hasto. (irw)

  • Bagikan