Waspada
Waspada » PDIP: Kedepankan Semangat Juang Bagi Kemajuan Bangsa
Nusantara

PDIP: Kedepankan Semangat Juang Bagi Kemajuan Bangsa

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada): Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan bahwa hidup dalam kepartaian itu harus diisi dengan perjuangan. 

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, menjadi kader muda Partai harus menjadi kader pembelajar dengan mengedepankan sikap kenegarawanan.

“Artinya berjuang bagi kemajuan peradaban bangsanya sebagai sikap hidup dan ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau golongan,” kata Hasto melalui rilis media, Jumat (30/10).

Hasto menjelaskan, dalam seluruh rekam jejak hadirnya pemimpin dari PNI hingga bernama PDIP,  sejak Bung Karno, Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo. Lahir juga pemimpin lainnya yang juga kader banteng, seperti; Prananda Prabowo, Kepala Situation Room PDIP, Ketua DPR RI, Puan Maharani, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prajowo, Wali Kota Surabya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Asmzwar Anas Banyuwangi, Wali Kota Semarang Hendi, EkaBuoati Tabanan hingga Gus Mis, Adian Napitupulu, Putra Nababan. 

Banyak juga tokoh muda lainnya yang sekarang menjadi pimpinan Partai, pimpinan dewan dan juga calon kepala daerah, semua menunjukkan tradisi yang sama: menggembleng diri dan kemampuan menjemput tugas panggilan sejarah. 

“PDIP mengajarkan pada setiap kader muda bangsa untuk kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bangga dengan jati diri kebudayaan bangsa, dan punya vision terhadap arah masa depan bangsa, serta jadikan semangat juang (geist), tekad juang (will), dan perbuatan bagi kepentingan umum, bangsa dan negara (daad) sebagai elemen penting yang harus dimiliki kaum muda. Sebab tidak ada pemimpin lahir tanpa gemblengan hidup dan kehidupan,” ujar politikus asal Yogyakarta itu.

Hasto mengutip ucapan Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memperingati Hari Pemuda  menyampaikan agar generasi milenial tidak dimanjakan. Hal itu mengandung semangat dari sosok seorang Ibu Pejuang, yang terus memikirkan masa depan Indonesia. Artinya, pemuda adalah penentu masa depan bangsa, harus dilihat kekinian, bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia menggembleng diri dan kesemuanya digerakkan oleh semangat untuk membawa kemajuan bagi Indonesia Raya. 

“Dengan demikian inti sari peringatan Sumpah Pemuda adalah bagaimana para pemuda-pemudi Indonesia saat ini, dalam seluruh alam pikir dan alam rasanya, sudah memikirkan perbuatan terbaik bagi masa depan bangsanya. Jadi melihatnya adalah perspektif sekarang. Jika saat ini kita memiliki kaum muda yang hebat-hebat, maka kita akan lebih optimis menatap masa depan,” kata Hasto.

Hasto menegaskan bahwa kunci dari kemajuan bangsa adalah pendidikan dan kebudayaan. “Semua itu harus dijalankan dengan penuh semangat, dengan energi juang yang menyala-nyala,” kata Hasto. (irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2