PDIP Ajak Rakyat Waspadai La Nina

  • Bagikan
Pelatihan Kebencanaan "Lanina, Fenomena dan Dampaknya", digelar Baguna PDIP, secara offline dan daring, Rabu (27/10/2021)

JAKARTA (Waspada): Partai Demokrasi Indonesia  Perjuangan (PDIP) mengajak seluruh rakyat Indonesia mulai mewaspadai potensi bencana alam akibat La Nina, yang tanda-tandanya sudah kelihatan dengan seringnya turun hujan deras. 

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP bidang Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning pada Pelatihan Kebencanaan “Lanina, Fenomena dan Dampaknya”, digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP, secara offline dan daring, Rabu (27/10/2021). Acara ini dilakukan mendadak karena diperintahkan langsung oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. 

“Karena beliau (Megawati, red) sudah melihat situasi seperti ini. Sudah mendung, tadi pagi saja hujan sangat deras. Makanya Ibu Mega langsung memerintahkan secara mendadak Kita ingin ada kepedulian terhadap rakyat Indonesia untuk mengantisipasi adanya La Nina fenomena dan dampaknya.”,” kata Ribka. 

Pada pelatihan ini, PDIP mengundang Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kementerian Sosial RI. Sebab semua badan itu saling terkait satu dengan yang lainnya jika menyangkut kebencanaan. 

“Hari ini dihadirkan juga Mbak Mensos Tri Rismaharini, supaya nanti terjadi La Nina ini kita bisa berkoordinasi dengan cepat, apa yang bisa kita buat untuk kepentingan rakyat Indonesia yang terdampak La Nina dan fenomenanya,” ujar Ribka. 

Di acara itu, Megawati Soekarnoputri hadir secara virtual. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto hadir langsung untuk membuka bersama Wasekjen Sadarestuwati dan Ketua DPP PDIP Hamka Haq. Sebagai narasumber pelatihan adalah Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Ganip Warsito, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. 

Hasto Kristiyanto lalu menyebut arti pentingnya para narasumber yang hadir. Mensos Tri Rismaharini sudah bekerja keras untuk membereskan data warga miskin yang faktual dan sebenarnya. PDIP ingin membuktikan bahwa negara hadir melayani warganya yang miskin maupun yang terkena bencana, apapun latar belakang politik maupun suku-agamanya. 

“Apapun pilihan politiknya, apapun suku agamanya, ketika mereka miskin atau yang korban bencana, maka negara wajib hadir tanpa membeda-bedakan pilihan politiknya. Itu politik kemanusiaan yang ber-Pancasila ala PDIP” kata Hasto. 

Begitu pula tentang pentingnya peran Basarnas sehingga kepala badan itu, Marsekal Madya Henri Alfiandi diundang. PDIP sedang terus berusaha membangun batalyon petugas partai, yang ketika terjadi bencana, bisa turun bersama Basarnas untuk membantu rakyat. 

Sementara peran BMKG yang dipimpin Prof. Dwikorita Karnawati sangat krusial. Sebab kunci pencegahan dan peringatan atas bencana yang akan menghantam, ada di tangan badan itu. 

“BMKG ini memiliki peran yang sangat penting berkaitan dengan early warning system kita terkait dengan bencana,” ujar Hasto. 

Begitupun dengan BNPB yang dipimpin Letjen Ganip Warsito, sebagai badan yang siap turun membantu semua warga negara yang terkena bencana. 

“Banyak sekali yang bisa kita bahas seperti persoalan bagaimana rakyat Indonesia menghadapi kemungkinan terjadinya bencana akibat banjir, tanah longsor, yang sering terjadi,” kata Hasto. (irw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *