Waspada
Waspada » Partai Ummat Mendapat Animo Tinggi Umat Islam
Nusantara

Partai Ummat Mendapat Animo Tinggi Umat Islam

 

YOGYAKARTA (Waspada): Partai Ummat yang baru dideklarasikan disambut animo tinggi umat Islam dari berbagai daerah.

Hasil survei terakhir menunjukkan tingkat elektabilitas Partai Ummat sudah mencapai 1,5 persen belum dideklarasikan, sementara sejumlah partai lama hanya mencapai tingkat elektabilitas hitungan nol koma.

“Partai Ummat memiliki masa depan cerah di tengah kondisi politik yang tidak menentu saat ini,” ujar Wakil Ketua Partai Ummat Agung Mozin (foto), kemarin.

Pengakuan Agung bukan tanpa alasan karena sekitar sebulan terakhir media sosial diramaikan dengan kemunculan Partai Ummat.

Media sosial depenuhi oleh logo Partai Ummat, artikel analisis, dan pernyataan dukungan dari sebagian kaum Muslimin.

Deklarasi Partai Ummat juga dipenuhi dengan berbagai keharuan karena pelibatan umat Islam yang menginginkan adanya pembaharuan dan pembelaan terhadap kepentingan umat.

“Yang mengharukan dari acara deklarasi dari daerah ini adalah para kader partai urunan untuk membiayai acara mereka masing-masing. Mereka bantingan untuk bikin spanduk, seragam partai, kaos, sampai makanan untuk buka puasa,” kata Agung Mozin.

Kepengurusan Partai Ummat terdiri dari dua bagian yaitu Majelis Syuro dan Dewan Eksekutif. Majelis Syuro menunjuk Dewan Eksekutif atau pelaksana partai untuk menjalankan kebijakan partai.

Ketua Majelis Syuro dipegang oleh Amien Rais sendiri dibantu oleh tiga orang Wakil Ketua yaitu MS Kaban, Habib Thalib Sagaf Aldjufri, dan Titi Widoretno Warisman (Neno Warisman). Sekretaris Majelis Syuro diamanahkan kepada Ustad Ansufri Idrus Sambo.

Sementara di jajaran Dewan Eksekutif, Ketua Umum dipegang oleh ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi yang mendapatkan gelar PhD-nya dari Radboud University, Belanda.

Ketua Umum dibantu oleh tiga orang Wakil Ketua yaitu Agung Mozin, Sugeng, dan Chandra Tirta Wijaya. Ketiganya adalah politisi senior yang sudah sangat berpengalaman mengelola partai.

Sekretaris Umum Partai Ummat diamanahkan kepada Ahmad Muhajir Sodruddin yang juga politisi senior, dan Bendahara dipegang oleh Benny Suharto.

Pada satu pertemuan di Hotel Grand Keisha Yogyakarta, Ridho Rahmadi sangat terharu atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Ummat.

Karena karirnya selama ini ia fokuskan untuk berkhidmat dalam bidang teknologi informasi.

“Tetapi pangggilan mulia untuk berjuang melawan kezaliman dan menegakkan keadilan ini tidak bisa saya tolak,“ kata Ridho.

Ridho mendapatkan dua gelar master dalam bidang artificial intelligence (kecerdasan buatan) dari Czech Technical University di Praha, Republik Ceko dan Johannes Kepler University di Austria.

Setelah menyelesaikan PhD-nya di Belanda, Ridho sempat menjadi peneliti tamu di Carnegie Mellon University, AS.

Ridho aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta sebelum bergabung dengan Partai Ummat. Namun sekarang dia mengundurkan diri untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

Agung Mozin mengatakan ditunjuknya ahli teknologi informasi Ridho Rahmadi adalah keputusan Majelis Syuro yang sangat tepat karena partai politik sekarang memerlukan kepakaran dalam bidang ini untuk bisa bersaing dengan partai lain.

“Kita harapkan Mas Ridho membuatkan kita beberapa aplikasi yang berguna untuk pemenangan Partai Ummat,“ kata Agung.

Agung menambahkan, usia Ridho yang masih melenial merupakan daya tarik tersendiri yang menjadi pertimbangan.

“Insya Allah Mas Ridho akan mampu menggaet sesama milenial untuk masuk Partai Ummat. Mereka mempunyai aspirasi, keinginan dan cita-cita yang sama. Mas Ridho sangat pas,“ kata Agung.

Dalam politik, kata Agung, integritas dan kapabiliitas saja tidak cukup. “Namun lebih dari itu, loyalitas kepada partai juga sangat penting. Insya Allah semua kriteria di atas sudah ada pada Mas Ridho.”

Tokoh Bergabung
Di tengah tingginya animo masyarakat dengan kemunculan Partai Ummat, sejumlah tokoh sudah menyatakan diri bergabung dengan partai baru ini.

Di antaranya adalah artis Neno Warisman yang selama ini dikenal sebagai aktivis yang banyak memiliki jaringan di seluruh tanah air.

Di samping Neno, ada juga MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan dan salah satu Ketua Partai Bulan Bintang, dan Buni Yani, korban UU ITE yang mengalami penzaliman dengan tuduhan dan vonis hukum yang tidak dia perbuat.

“Partai Ummat adalah harapan saya yang terakhir untuk memperjuangkan dan mendapatkan keadilan,” kata Buni Yani.

Agung Mozin sangat optimis bahwa akan semakin banyak tokoh Islam yang bergabung dengan partainya. Agung mengatakan dia sedang menjajaki untuk bersilaturahmi dengan banyak kalangan.

“Insya Allah Partai Ummat akan bisa menampung aspirasi saudara-sadara kita ini,“ pungkas Agung.(m05/A)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2