Waspada
Waspada » Pandemi Covid-19 Picu Transaksi Mobile Banking BTN Capai Rp2,6 T
Nusantara

Pandemi Covid-19 Picu Transaksi Mobile Banking BTN Capai Rp2,6 T

JAKARTA (Waspada): Pandemi virus corona (Covid-19) justru memicu transaksi mobile banking PT Bank Tabungan Negara/BTN (Persero) Tbk mencapai Rp2,62 triliun dengan data pengguna sekitar 1,2 juta akun pada kuartal I/2020.

Sehingga pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui BTN Properti Mobile per Maret 2020 juga mencapai lebih dari 9 ribu unit dengan nilai sekitar Rp3,11 triliun,”  kata Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury saat paparan kinerja Triwulan-I 2020 secara virtual, Jumat (14/5).

Selain itu, sambungnya, Portal BTN Properti dengan lebih dari 631 ribu unit hunian juga telah mencatatkan pengajuan kredit senilai Rp356 miliar pada kuartal I/2020,”

Situs Rumah Murah BTN juga naik dikunjungi 152 ribu pengunjung dengan penjualan mencapai Rp31,4 miliar dari total aset senilai Rp13,7 triliun.

Pahala melanjutkan, Bank BTN juga telah melakukan efisiensi biaya overhead hingga 15% dibandingkan rencana semula. Efisiensi tersebut didukung adanya perbaikan business process.

“Kami optimistis tetap mencatatkan pertumbuhan pada kinerja bisnis kami kendati dampak dari pandemi ini masih akan membayangi ekonomi baik secara global maupun nasional,” ujar Pahala.

Memasuki kuartal II/2020, tegasnya,  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. optimistis tetap mampu mencatatkan kinerja on track kendati kondisi industri perbankan dan ekonomi nasional tengah mengalami kontraksi akibat Covid-19.

Dari data keuangan Bank BTN, perseroan telah menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp6,17 triliun. Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp870 miliar.

“Pendapatan bunga tersebut disumbang pertumbuhan kredit kami yang masih solid kendati dampak Covid-19 cukup terasa. Pencadangan, permodalan, dan likuiditas kami yang cukup tebal juga menjadi bantalan kuat di tengah kondisi seperti saat ini,” jelas Pahala.

Untuk tetap menjaga rasio pencadangan yang kuat, dia menegaskan, BTN terus memupuk provisinya dengan mengalokasikan dari laba operasional.

“Per kuartal I/2020, coverage ratio perseroan melonjak ke level 105,66% dari 45,07% pada periode yang sama tahun lalu,” ujar Pahala.

Dengan alokasi untuk pencadangan tersebut, Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp457 miliar pada 31 Maret 2020.

Kemudian, perseroan juga mencatatkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) sebesar 18,73% pada kuartal I/2020 atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di kuartal I/2019.

Peningkatan permodalan tersebut didukung penerbitan subdebt pada awal 2020 yang mencatatkan kelebihan permintaan hingga lebih dari 10 kali.

Sementara kredit dan pembiayaan yang disalurkan BTN per Maret senilai Rp253,25 triliun pada akhir kuartal I/2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp242,13 triliun di kuartal I/2019.

Menurut Pahala, penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN yakni segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit.

Tercatat pertumbuhan kredit BTN sebesar 10,57% year on year (yoy) dari Rp101,9 triliun pada kuartal I/2019, menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Pahala melanjutkan, bank tabungan spesialis kredit perumahan ini juga aktif mencari pendanaan di luar Dana Pihak Ketiga (DPK). Sehingga, Liquidity Coverage Ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51% per 31 Maret 2020.

Pada segmen KPR Non-subsidi yang menempati porsi sebanyak 31,58% terekam penyaluran kredit sebesar Rp79,99 triliun pada kuartal I/2020.

Sehingga total kredit di sektor perumahan mengalami kenaikan sebesar 4,14% yoy dari Rp219,73 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp228,82 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Segmen kredit non-perumahan juga mengalami kenaikan sebesar 9,05% yoy dari posisi sebesar Rp22,41 triliun pada 31 Maret 2019 menjadi Rp24,43 triliun di periode yang sama tahun ini.

Kenaikan terbesar di segmen ini ditopang melesatnya penyaluran kredit korporasi sebesar 87,75% yoy menjadi Rp6,54 triliun pada 31 Maret 2020.

Di sisi lain, Bank BTN juga telah menghimpun DPK sebesar Rp221,72 triliun per kuartal I/2020 atau naik 2,73% yoy.

Dengan berbagai capaian tersebut, aset BBTN per kuartal I/2020 yakni senilai Rp308,19 triliun atau naik 2,27% yoy dari Rp301,35 triliun pada kuartal I/2019.

UUS Raih Laba

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga menorehkan kinerja positif di kuartal I/2020, dengan meraih laba bersih sebesar Rp86,5 miliar atau melonjak 185,7% yoy dari Rp30,29 miliar di kuartal I/2019.

Sejalan dengan raihan positif pada laba bersih tersebut, pembiayaan syariah pun naik 6,59% yoy menjadi senilai Rp23,92 triliun pada kuartal I/2020.

BTN Syariah pun telah menghimpun DPK senilai Rp20,93 triliun pada kuartal I/2020. Dengan capaian tersebut, aset BTN Syariah tercatat naik 3,4% yoy menjadi Rp28,79 triliun pada akhir Maret 2020. (J03)

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2