P2G Kecam Oknum Guru Pesantren Diduga Rudapaksa Santriwati

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengaku prihatin dan mengecam tindakan kekerasan seksual kepada 12 santriwati yang dilakukan oknum guru di salah satu pesantren di Kota Bandung, Jawa Barat, belum lama ini. Diberitakan bahwa ada 8 korban yang sampai melahirkan anak dan 2 lagi kini ditengarai sedang hamil.

“Sebagai salah satu organisasi guru sangat prihatin dan mengecam perbuatan oknum guru salah satu pesantren di kota Bandung, yang rata-rata berumur 16-17 tahun. Akibatnya 8 orang sampai melahirkan, 2 orang sedang hamil,” ujar Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (10/12).

P2G memberikan catatan kritis sebagai evaluasi sekaligus rekomendasi, agar kekerasan apapun bentuknya tidak terulang lagi di satuan pendidikan, baik sekolah, madrasah, maupun satuan pendidikan agama lainnya seperti pesantren, seminari, pasraman, dan dhammasekha.

Dalam kasus ini, P2G meminta aparat kejaksaan menuntut maksimal dan hakim di pengadilan memutuskan vonis setinggi-tingginya kepada tersangka.

Apalagi yang bersangkutan merupakan guru yang semestinya menjadi teladan, digugu dan ditiru, membangun karakter bagi muridnya.

Pesantren atau lembaga pendidikan seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan sehat untuk proses mendukung tumbuh kembang anak secara individual, intelektual, spiritual, dan sosial, bukan sebaliknya. Faktor inilah yang dapat menjadi pemberatan hukuman kepada oknum guru.

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengapresiasi langkah sigap Pemprov Jabar yang memberikan konseling dan pendampingan trauma healing bagi korban.

“P2G juga meminta LPSK memberikan perlindungan, ada potensi perundungan kepada korban atau saksi dari pihak tertentu, mengingat pelaku adalah tokoh agama yang cukup disegani di kota Bandung,” lanjut guru madrasah ini.

P2G berharap masyarakat tidak menyalahkan korban dan keluarganya. Masyarakat mesti dididik untuk empati kepada keluarga korban kekerasan seksual, apalagi mayoritas mereka adalah usia anak di bawah 18 tahun.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.