banner 325x300

Nikah Saat PSBB Tetap Dilayani, Ini Dia Syaratnya

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan di daerah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap dilayani. Tapi tentu saja ada syarat-syaratnya.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama (Kemenag), Muharam Marzuki mengatakan layanan nikah bagi daerah di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tetap berjalan, namun dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Dirjen Bimas Islam tanggal 10 Juni 2020.

Seperti diketahui, pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai 14 September memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara total. Kebijakan ini mengulang seperti yang diterapkan pada April lalu.

“Layanan penikahan di wilayah yang memberlakukan PBSB akan menerapkan protokol sesuai peraturan yang diberlakukan Gugus Tugas Covid 19 setempat. Selain itu, pendaftaran nikah juga hanya dilakukan secara online melalui situs simkah.kemenag.go.id.

Dikatakan Muharam, pelaksanaan akad nikah baik di KUA ataupun di luar KUA di masa penerapan PSBB hanya boleh dilaksanakan bagi yang telah mendaftar pada tanggal sebelum diberlakukannya PSBB tersebut dan telah disetujui oleh pihak KUA.

Di samping itu, lanjut Muharram, pelaksanaan akad nikah, baik di KUA ataupun di luar KUA, hanya boleh diikuti 10 peserta. Jumlah ini terdiri atas pasangan calon pengantin; wali nikah 1 orang; perwakilan saksi 2 orang; perwakilan orang tua calon pengantin 2 orang; penghulu; kameramen 1 orang dan pendamping calon pengantin 1 orang.

“Tak kalah penting sirkulasi udara ruangan yang digunakan untuk pelaksanaan akad nikah dipastikan kondisinya baik,” katanya.

Terakhir, seluruh peserta yang hadir dalam Majelis Akad Nikah, wajib menggunakan masker, menjaga jarak aman minimal satu meter, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk ruangan.

“Khusus pasangan calon pengatin dan penghulu, wajib menggunakan sarung tangan,” tandasnya.(J02)

  • Bagikan