Waspada
Waspada » MUI Ajak Umat Muslim Amalkan Islam Wasatiyah
Nusantara

MUI Ajak Umat Muslim Amalkan Islam Wasatiyah

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi

JAKARTA (Waspada): Derasnya informasi dan pertukaran ruang yang cepat di dunia maya, membuat manusia kerap berinteraksi melalui media sosial. Sayangnya, seringkali dalam berkomunikasi di era revolusi Industri 4.0 ini, banyak orang lebih sering mengandalkan aspek yang bersifat emosional.

Kondisi itu akhirnya memunculkan fenomena post truth, yakni ketika situasi obyektif lebih sedikit pengaruhnya dibanding hal-hal yang memengaruhi emosi dan kepercayaan personal dalam pembentukan opini publik. Post truth ini yang menyuburkan hoax dan maraknya konten kebencian, termasuk kebencian atas nama agama.

Hoax dan ujaran kebencian ini juga berpotensi menimbulkan konflik horizontal internal umat beragama maupun antarumat beragama.

“Apalagi masyarakat kita cenderung menyukai judul berita atau informasi yang bersifat provokatif dan adu domba, dan malas melakukan verifikasi atau tabayyun,” ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Zainut Tauhid Sa’adi, kemarin.

Kenyataannya itu menjadi salah satu tantangan bagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke depan. Dan ini, disebut Zainut, tidaklah mudah.

“Kini kita hidup di era revolusi industri 4.0 dan era disrupsi. Perkembangan teknologi informasi yang pesat dan dinamis merubah rupa kehidupan secara radikal,” imbuhnya.

Pada skala global, kita menghadapi isu terkait dengan perang dagang, dan semakin menguatnya populisme atau identitas kelompok, termasuk identitas kelompok keagamaan.

Penguatan identitas kelompok ini tidak hanya terjadi di kalangan Islam, namun juga terjadi pada agama lain di dunia.

“Penguatan identitas dapat berpotensi menuju eksklusivisme. Jika hal ini dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, dan jika ekslusivisme tercampur dengan ideologi kebencian, maka dapat melahirkan penghalalan tindak kekerasan atas nama agama,” tandasnya.

Menyadari fenomena ini, Komisi Fatwa MUI telah mengeluarkan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial. Dan pimpinan MUI penting sekali untuk memberikan teladan dalam mempraktikkan fatwa ini.

Pada bagian lain Zainut mengajak agar mengamalkan nilai-nilai Islam wasathiyah.

Islam wasathiyah perlu terus dipraktikkan, dipelihara, dan dikembangkan sebagai opsi terbaik untuk menjawab tantangan zaman baik dalam skala lokal, nasional, maupun global. Islam wasathiyah akan mengafirmasi sikap dan praktik keagamaan yang memiliki komitmen kebangsaan, penghormatan terhadap kearifan lokal, toleran, dan mengutamakan praktik beragama tanpa kekerasan.

“Saya meyakini, mempraktikkan Islam wasathiyah dapat mendukung kehidupan beragama yang sehat, harmonis dan rukun, sebagai modal sosial yang dibutuhkan dalam proses pembangunan bangsa,”pungkasnya. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2