Menteri Bintang Puspayoga Yakin, Perempuan Pelaku UMKM Dapat Maju Lewat Ekonomi Digital - Waspada

Menteri Bintang Puspayoga Yakin, Perempuan Pelaku UMKM Dapat Maju Lewat Ekonomi Digital

  • Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga

JAKARTA (Waspada): Kiprah perempuan dalam Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tidak diragukan lagi. Data Bank Indonesia pada 2018 meenyebutkan, lebih dari 60 persen pelaku UMKM adalah perempuan. Sebanyak 9,1 persen Produk Domestik Bruto Indonesia pun, berasal dari kontribusi UMKM yang dikelola oleh perempuan.

Melihat kondisi itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga merasa yakin kalau UMKM yang dilakoni perempuan akan lebih baik lagi bila mendapat sentuhan teknologi digital.

“Kini sudah saatnya kaum perempuan, para Kartini masa kini dengan potensi kewirausahaannya melebarkan sayap menjajal dunia digital. Dengan penguasaan teknologi, melalui e-commerce dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usaha perempuan,”ujarnya dalam Seminar Nasional Perempuan Kompeten dengan Peran Ganda di Era Ekonomi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kamis (22/4).

Peningkatan akses pada dunia perdagangan digital itu, harus dibarengi dengan penerapan pengarusutamaan gender dalam keluarga. Dengan itu, akan ada kesempatan lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.

Pencapaian isu prioritas pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan hanya dapat tercapai apabila perempuan memiliki resiliensi terhadap perubahan zaman yang begitu cepat. Maka, memberikan pemahaman dan kemampuan bagi para perempuan pelaku usaha mengenai penggunaan teknologi terkini adalah hal yang krusial.

“Raden Ajeng Kartini telah memperjuangkan kesamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Dengan begitu, untuk saat ini sudah sepantasnya kita mengedepankan upaya kesetaraan, tentunya melalui pemberdayaan perempuan,” imbuh Bintang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy setuju dengan upaya peningkatan akses terhadap ekonomi digital di kalangan perempuan pelaku UMKM. Pasalnya, saat ini tidak sedikit perempuan yang di satu sisi harus memenuhi kebutuhan domestik keluarganya, namun di sisi lain juga membantu ekonomi keluarga dengan ikut mencari nafkah, bahkan menjadi tulang punggung keluarga.

“Dalam menyikapi kondisi ini perempuan dituntut semakin kompeten untuk menguasai teknologi, salah satunya dengan memanfaatkan e-commerce,” tegasnya.

Dengan pemanfaatan e-commerce, lanjut Muhadjir, para pelaku UMKM dapat mengasah skill digital entrepreneur, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas usahanya.

Muhadjir juga berpesan agar perempuan Indonesia tidak hanya puas menjadi pelaku UMKM. Mereka juga harus bangkit menjadi wirausaha dan dapat berperan lebih luas di bidang ekonomi era digital.

“Peran perempuan sebagai pelaku e-commerce juga merupakan tantangan agar dapat berkreasi dan berinovasi untuk memunculkan jenis-jenis pekerjaan baru dan mencetak lapangan pekerjaan,” jelas Muhadjir.

Lantas, apa saja yang menjadi tantangan upaya pemberdayaan ekonomi perempuan di era digital, Asisten Deputi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Kewirausahaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Saleh menjelaskan.

“Khususnya bagi perempuan di negara berkembang untuk mengakses teknologi memiliki beberapa tantangan. Tantangan tersebut diantaranya dari segi pendidikan dan literasi internet, penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa internet, kendala waktu, dan norma sosial atau persepsi bahwa dunia teknologi masih male dominated,” ujarnya. (J02)

  • Bagikan