Waspada
Waspada » Mega Instruksikan Kepala Daerah PDIP Pelopori Kedaulatan Pangan
Nusantara

Mega Instruksikan Kepala Daerah PDIP Pelopori Kedaulatan Pangan

Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri (Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada): Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri dalam rapat Dewan Pimpinan Pusat DPP, secara khusus membahas politik pangan bersama dengan perwakilan kepala daerah partai berlambang banteng.

Presiden RI Kelima itu menegaskan bahwa pandemi Covid-19 membawa pelajaran berharga bagaimana Indonesia harus mengedepankan semangat berdikari di bidang ekonomi, termasuk di bidang kesehatan dan pangan.

“Politik berdaulat di bidang pangan dengan cara berdikari, melalui kebijakan hulu-hilir, dimulai dari penelitian, pengembangan benih unggul, sarana dan prasarana untuk peningkatan produksi, pengolahan hasil, hingga pemasaran,” ujar Megawati sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam rapat tersebut di Jakarta, Senin (11/5).

Kepedulian Megawati terhadap sektor pertanian smemang sangat besar. Terbukti, putri Proklamator Bung Karno itu memiliki koleksi umbi-umbian yang sangat lengkap, juga buku-buku pertanian. Kala menjabat, Megawati tercatat sebagai Presiden yang paling sering mengunjungi pusat penelitian benih padi Sukamandi, Jawa Barat.

“Karena itulah seluruh kepala daerah kami wajib mengedepankan politik pangan berdikari tersebut, dan sekaligus berjuang bagi peningkatan kesejahteraan petani dalam pengertian luas,” ujar Hasto.

“Untuk itu sejak tanggal 28 Maret 2020 yang lalu, Ibu Mega sudah menginstruksikan agar seluruh kepala daerah PDI Perjuangan mencanangkan gerakan menanam tanaman yang bisa di makan seperti sorgum, umbi-umbian, sagu, talas, Slsukun, Jagung, porang, Ketela dan lainnya,” imbuh Hasto.

Dalam teleconference tersebut, kata Hasto, para kepala daerah PDI Perjuangan juga berkomitmen untuk saling bekerja sama terutama melalui penelitian benih, kerjasama dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Hal itu dimaksudkan untuk peningkatan produksi, pemasaran, dan komitmen guna menghadirkan lumbung desa, badan usaha milik desa, pasar lelang komoditas, serta menggerakkan rakyat di dalam gerakan menanam tersebut.

“Jawa Tengah misalnya,laporan Ganjar Pranowo terjadi surplus beras dan bawang Merah, sementara daerah lain minus. Dosmar Banjarnahor, Bupati Humbang Hasundutan, melaporkan 2 minggu lagi akan panen bawang putih seluas 100 Ha. Sementara Maluku dilaporkan oleh Gubernur Maluku, Murad perlu bawang putih. Nurdin Abdulah, Gubernur Sulsel melaporkan kerjasama penelitian benih. Sementara Sugiyanto Gubernur Kalteng tentang potensi lahan gambut untuk padi,” papar Hasto.

Dikatakan Hasto kerjasama antar kepala daerah PDI Perjuangan, juga ditempatkan dalam mata rantai pemasaran, dimana daerah yang surplus memasarkan ke daerah yang kurang.

“Inilah bentuk gotong royong antar kepala daerah PDI Perjuangan,” ujarnya.

Seluruh instruksi Megawati Soekarnoputri berangkat dari apa yang disampaikan oleh Bung Karno, bahwa persoalan pangan adalah “urusan hidup matinya sebuah bangsa”. Karena itulah penggembangan penelitian di sektor pertanian harus dilakukan secara progresif.

“Nantinya diharapkan sebagai penopang dari hulu untuk mewujudkan kedaulatan di bidang pangan,” pungkas Hasto. (irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2