Masa Pandemi 99% Keluarga Indonesia Saling Dukung - Waspada

Masa Pandemi 99% Keluarga Indonesia Saling Dukung

  • Bagikan
Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG ((Waspada/Ist)

JAKARTA(Waspada): Peran perempuan di dalam keluarga menjadi kunci dalam pembentukan ketahanan keluarga cukup besar. Hal itu terungkap dalam kegiatan Webinar,Keluarga Millennial Menuju SDM Unggul melalui aplikasi Zoom Meeting,Rabu(7/7).
Acara diselenggarakan kerjasama Kowani dan BKKBN, Yayasan Kesejahteraan Anak dan Remaja serta Pita Putih Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-27.
Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K),memaparkan menurut survey yang dilakukan BKKBN tentang pembagian suami istri dalam mepertahankan keharmonisan keluarga pada masa pandemi Covid-19, walaupun lebih banyak suami dan istri yang bekerja sama, namun peran istri masih lebih dominan.
Kata dia, ada penelitian yang kami kerjakan di BKKBN baru sebulan yang lalu. Penelitian ini kita lakukan di masa pandemi covid ini ada sekitar 20.680 keluarga.
Pertanyaan pertama siapa yang melakukan pekerjaan rumah, jawabannya 49,1% suami istri, tetapi 34% istri dominan dan 15 hampir 16% istri saja. Siapa yang mengasuh anak, 71,5% suami istri, tapi lagi-lagi 21,7% istri dominan, dan 5,8% istri saja, yang suami dominan praktis ga ada. Siapa yang membeli kebutuhan rumah tangga, 53,8% suami istri tapi lagi-lagi 22,8% istri dominan bahkan 11% istri saja yang suami dominan kecil. Kemudian siapa yang mengingatkan hidup sehat, 82% memang suami istri tapi 12,4% istri dominan dan suami dominan jauh 2,7%. Siapa yang mengingatkan beribadah dan berdoa juga 86% suami istri tetapi 7% juga istri dominan,” jelas Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo.

Disebutkan, masa pandemi ini, 99% keluarga Indonesia saling mendukung anggota keluarga, meghindari pertengkaran sebanyak 98,1%, dan menerima kondisi pandemi sebesar (sabar) 97,7%.
Menurut Hasto walaupun kebanyakan keluarga berhemat di masa pandemi sebanyak 79,9%, namun justru yang perlu diperhatikan adalah mereka yang mulai menjual barang dan perhiasan sebesar 50,6%, meminjam uang tetangga sebesar 19,8%. Dan sebanyak 2,5% terdapat cekcok pada keluarga yang mungkin bisa memicu perceraian.

Tetap Bahagia
Kabar baiknya,sambung dr.Hasto adalah kesejahteraan atau _subjective well-being_ keluarga di masa pandemi masih baik. Sekitar 80,8% merasa bahwa saat bencana Covid-19 ini keluarga saya tetap bahagia. Sebanyak 97% mengatakan bahwa saat bencana covid ini keluarga saya tetap bersyukur atas anugerah Tuhan. Sedangkan komunikasi/interaksi antar anggota keluarga selama bencana covid kondisinya tetap baik sebesar 94%. Hasto berharap semua sektor bisa ikut berpartisipasi untuk mebina keluarga supaya tidak muncul stres dalam keluarga.

“Mari keluarga-keluarga millennial ini kita asuh dengan baik, BKKBN siap untuk hadir bersama menjadi sahabat keluarga dan remaja dan juga sahabat lansia,” tutupnya.(m22)

  • Bagikan