Waspada
Waspada » Legislator: Oknum TNI-Polri Jual Senjata Layak Dihukum Berat
Nusantara

Legislator: Oknum TNI-Polri Jual Senjata Layak Dihukum Berat

Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin.(Ist)

JAKARTA (Waspada): Anggota Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin menegasakan bahwa oknum TNI dan Polri di Maluku yang terungkap melakukan transaksi jual beli senjata ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua layak dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, fenomena itu sangat mengkhawatirkan. Terlebih, kasus jual beli senjata ilegal kepada kelompok separatis adalah salah satu bentuk penghianatan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

“Menjual senjata kepada gerombolan bersenjata yang notabene menentang pemerintah atau separatis itu termasuk penghianatan terhadap negara dan layak dihukum seberat-beratnya. Apalagi pelakunya adalah oknum TNI dan Polri,” kata Hasanuddin, di Jakarta, Rabu (24/2).
Hasanuddin menjelaskan, baik TNI atau Polri memiliki struktur organisasi pengawasan yang sangat lengkap, bahkan para perwira dan komandan merupakan pengawas langsung, sehingga ke depannya para pengawas ini tidak boleh lengah.
“Kasus ini harus jadi pembelajaran, bahwa para perwira dan komandan ini tak boleh lengah mengawasi anak buahnya agar tak melakukan perbuatan tercela apalagi menjurus ke tindak pidana,” ucap politikus PDI Perjuangan itu.
Karenanya, kata Hasanuddin, lalu lintas perdagangan gelap senjata harus bisa dicegah oleh negara. Salah satu caranya adalah dengan mengawasi dan menjaga ketat pintu-pintu masuk Indonesia khususnya di daerah-daerah perbatasan.
“Selain menjaga ketat perbatasan, harus ada juga pengawasan ketat senjata-senjata lama warisan konflik. Misalnya pasca konflik di Aceh atau Ambon, senjata-senjata yang diserahkan ke petugas keamanan ini juga harus diinventarisir untuk mencegah diperjualbelikan oleh oknum petugas keamanan,” kata Sekretaris Militer di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu. (irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2