Waspada
Waspada » Kesadaran Individu Modal Utama Perangi Virus Corona
Nusantara

Kesadaran Individu Modal Utama Perangi Virus Corona

Ketua Satgas Covid 19 Doni Monardo

JAKARTA (Waspada): Lebih dari 8 bulan menghadapi pandemi Covid-19 memang bukan perkara mudah. Tapi Ketua Satuan Tugas Nasional Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), Doni Monardo meminta kepada seluruh pihak agar tetap memiliki kesadaran penuh untuk menjalankan protokol kesehatan dengan baik selama pandemi masih dinyatakan ada.

 

“Sebab, hanya dengan cara itu setiap orang dapat terlindung dari virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru penyebab COVID-19,” ujar Doni, Minggu (15/11)

Dia tidak ingin masyarakat hanya patuh karena ada sanksi atau paksaan, namun murni kesadaran dari masing-masing pihak.

“Kita sekali lagi mengajak kepada semua pihak, betul-betul ada kesadaran. Jangan karena dipaksa, jangan karena mungkin adanya sanksi, baru patuh. Tidak boleh,” pinta Doni.

Selanjutnya, Doni mengatakan bahwa COVID-19 dapat menyerang manusia kapanpun, di manapun dan dalam kondisi apapun. Oleh sebab itu, kesadaran dari diri sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi sangat penting.

“Menghadapi COVID ini, kesadaran kita harus total. Saya ulangi lagi, kesadaran kita harus total, tanpa pamrih, karena COVID menyerang kita tidak ada jam kerja, tidak ada hari libur, kapan saja. Dokter sudah berada di sini sejak bulan April,” jelas Doni.

Dia juga meminta kepada masyarakat agar dapat memahami bahwa pemerintah telah bekerja semaksimal mungkin untuk masyarakat, khususnya untuk menangani pandemi yang melanda hampir seluruh dunia sejak awal 2020. Sehingga diharapkan kepada seluruh masyarakat tidak membuat perjuangan seluruh komponen dan unsur terkait tidak menjadi sia-sia.

“Kami bertugas sejak akhir Januari yang lalu setelah Bapak Presiden menugaskan warga negara kita pulang dari Wuhan, sampai hari ini nyaris tidak ada waktu istirahat,” tutup Doni.

Laporan dari berbagai daerah, pada Senin (16/11) angka konfirmasi kasus positif turun dari kisaran 5 ribuan menjadi 3.535 kasus. Beberapa provinsi diantaranya Banten, Jambi, Kalimantan Tengah, Gorontalo dan Maluku melaporkan tidak ada kasus sama sekali alias nol penularan. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2