Waspada
Waspada » Kemdikbud Luncurkan Program Sertifikasi Kompetensi
Nusantara

Kemdikbud Luncurkan Program Sertifikasi Kompetensi

DIREKTUR Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Benny Bandanadjaja.
DIREKTUR Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Benny Bandanadjaja.

JAKARTA (Waspada): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi meluncurkan program sertifikasi kompetensi dan profesi bagi mahasiswa dan sumber daya manusia (SDM) di lembaga pendidikan vokasi.

SDM yang dimaksud adalah pimpinan di perguruan tinggi, para dosen, pimpinan sekolah sampai Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP).

“Tujuannya adalah mendongkrak kualitas sumber daya manusia vokasi,” ujar Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi Benny Bandanadjaja dalam peluncuran program sertifikasi kompetensi dan profesi 2020 yang digelar secara dalam jaringan (daring), Kamis (9/7).

Pelatihan bagi mahasiswa ditargetkan akan diikuti oleh 13,200 orang.

Namun, target itu diprediksi sulit tercapai mengingat kondisi pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Target kami 13,200 mahasiswa ikut program sertifikasi ini. Tapi kalaupun tidak memenuhi target karena Covid-19, maka angkanya tidak bergeser jauh,” ujar Benny.

Nantinya, perguruan tinggi terlebih dahulu melakukan penyaringan mahasiswa yang akan diikutkan dalam program sertifkasi ini.

Sebab yang bisa ikut program adalah mahasiswa minimal semester tiga untuk D2, semester lima untuk D3, dan semester tujuh untuk D4.

Ia menyampaikan, untuk pimpinan, dosen, dan PLP, hasil pelatihan tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi sebuah konsep yang akan diterapkan di tempat kerja.

Contohnya, Standar Operasional Prosedur (SOP) di laboratorium atau modul pembelajaran dosen.

Konsep yang didapat itu nanti diharapkan dapat mempercepat pengembangan institusinya.

Benny mengatakan semua kegiatan sertifikasi ini bakal digelar secara daring.

Saat ini, data yang dihimpun kementerian menyebut ada sedikitnya 43 ribu tenaga pendidik vokasi mulai dari tingkat sekolah sampai pendidikan tinggi dan lembaga kursus.

Seperti diketahui, Kemendikbud tengah gencar menggaungkan kembali program pengembangan link and match antara pendidikan vokasi dengan dunia industri.

Istilah yang seringkali didengungkan adalah pernikahan massal.

Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto mengatakan, program sertifikasi kompetensi dan profesi ini bertujuan mendukung program pernikahan massal ini. (j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2