Waspada
Waspada » Katarak Penyebab Kebutaan Nomor Satu
Kesehatan Nusantara

Katarak Penyebab Kebutaan Nomor Satu

JAKARTA (Waspada): Penyakit katarak ditengarai masih menjadi penyebab kebutaan nomor satu di dunia. Data terbaru dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan ada 39 juta penderita kebutaan di dunia, sebanyak 70 persen diantaranya disebabkan katarak.

Hal sama terjadi di Indonesia. Spesialis mata dari Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), Rien Widyasari, Sp.M mengatakan, penambahan penderita buta akibat katarak di Indonesia jauh lebih banyak ketimbang kemampuan dokter mengoperasi.

“Katarak yang disebabkan usia, misalnya. Angkanya sangat banyak seiring bertambahnya jumlah lanjut usia di Indonesia. Dan ini membuat ancaman tersendiri berupa backlock atau kondisi dimana jumlah yang ditangani jauh lebih banyak dibanding yang mampu ditangani,” kata Rien yang juga tim dokter yang biasa menangani operasi katarak di Klinik Mata Nusantara (KMN).

Penyakit katarak adalah kondisi dimana lensa mata menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya. Jenis ketarak bervariasi sesuai tingkatannya. Mulai dari tingkat 1 sampai 5. Pada tingkat akhir, kondisi lensa mata akibat penuaan usia, sudah mengeras dan mengakibatkan buta total.

Penyebab katarak ada beberapa. Selain faktor usia, katarak juga bisa disebabkan trauma pada mata akibat benturan, Diabetes Mellitus (SM), efek samping obat, minus tinggi serta kecacatan sejak lahir.

Katarak yang terjadi seiring bertambahnya usia, merupakan bagian dari proses penuaan. Sama halnya seperti rambut yang menjadi putih seiring lanjutnya usia. Katarak tidak dapat dihindari dan pasti akan terjadi di hidup semua orang yang semakin tua.

Yang sering jadi masalah adalah ketika lensa yang sudah mengeruh tersebut dibiarkan begitu saja. Jika terjadi terlalu lama, Katarak dapat semakin mengeras dan bahkan dapat mengakibatkan kebutaan.

Sampai saat ini, lanjut Rien, tidak ada obat khusus yang mampu menyembuhkan katarak. Kalaupun ada, sifatnya hanya menunda kebutaan atau penebalan lensa.

“Satu-satunya cara penyembuhan paripurna untuk katarak adalah operasi. Sayangnya, banyak orang terkendala melakukan operasi. Mulai dari ketidaktahuan, ketakutan akan efek samping, kesulitan finansial sampai ketiadaan sarana dan prasarana kesehatan. Itu yang menyebabkan jumlah penderita katarak terus bertambah di Indonesia dan belahan dunia lainnya,” kata Rien.

Menyoal ketakutan orang pada operasi katarak, hal itu lebih disebabkan ketidaktahuan akan prosedurnya. Padahal, kata Rie , operasi katarak sebenarnya sudah tidak seperti dulu lagi dan tidak perlu ditakuti.

“Operasi katarak masa kini sangat modern dan tidak seperti yang terjadi di masa lalu. Dengan dukungan peralatan canggih dan dokter-dokter yang ahli, operasi dapat dilakukan dengan tepat dan terukur. Pasien dibuat senyaman mungkin dan telah melewati diagnosa tertentu untuk boleh atau tidak operasi katarak dilakukan,” kata Rien.

Di KMN EyeCare misalnya, seperti dijelaskan dr Yuni Astuti, MARS, setiap pasien katarak diharuskan untuk menjalani sederetan pemeriksaan komprehensif sebelum menjalani operasi. Selama proses operasi, keadaan umum pasien dipantau oleh dokter spesialis anestesi, sehingga pasien akan selalu merasa nyaman saat proses operasi berjalan. Selain tentunya keselamatan pasien akan lebih terjaga.

Selain pemeriksaan komprehensif di awal, KMN EyeCare juga didukung dengan teknologi canggih. Operasi Katarak di KMN EyeCare menggunakan metode fakoemulsifikasi dengan alat mutakhir bernama Centurion keluaran Alcon Laboratories dari Amerika Serikat. Dalam operasi Katarak yang menggunakan alat ini, sayatan yang dibuat jadi teramat kecil. Sehingga proses penyembuhan pasien lebih aman dan cepat.

KMN EyeCare hanya menggunakan lensa tanam berkualitas tinggi untuk menggantikan lensa yang mengeruh (Katarak) yang “diambil”. Lensa tanam yang digunakan di KMN EyeCare adalah produk dari Alcon, USA yang tentunya akan memberikan kualitas penglihatan yang baik setelah operasi. Lensa tanam ini dilengkapi dengan perlindungan terhadap sinar ultra violet.

“Itulah yang dirasakan para pasien dalam menjalani operasi Katarak di KMN EyeCare. Banyak public figure mengakui bahwa pelayanan KMN EyeCare dari awal datang hingga pasca operasi sangat-sangat memuaskan,”imbuh Yuni.

Yuni menyebut beberapa tokoh public figure yang pernah menjalani operasi katarak akibat usia, diantaranya artis senior Widyawati. Isteri almarhum aktor Sophan Sophiaan ini belum lama menjalani operasi katarak pada kedua matanya secara bergantian.

Dalam kesempatan bertem media, Widyawati bersaksi kalau operasinya tidak lama dan hasilnya bisa lepas dari katarak. Selang seminggu kemudian, diapun melakukan operasi pada sebelah matanya lagi.

Memang benar, lanjut Yuni, operasi katarak yang dijalani di KMN tidak berlangsung lama dan sangat nyaman karena tidak ada suntikan di mata, tidak ada jahitan dan mata tidak perlu ditutup setelah operasi. Bahkan, dapat langsung pulang ke rumah di hari yang sama. Semuanya karena didukung oleh tenaga ahli yang profesional dan teknologi yang canggih.

“Fakta inilah yang perlu diluruskan kepada masyarakat. Jadi, meski takut, operasi katarak merupakan tindakan yang tidak dapat dihindari oleh para penderita penyakit mata ini,”kata Yuni.

Selain ketakutan akan prosedurnya, keengganan operasi mata juga disebabkan ketidakmampuan pasien akan biaya. Di KMN, Sandro Holong Simanjuntak selaku Head of Bussines Development mengabarkan adanya sistem pembayaran cicilan lewat aplikasi Blibli. Bunganyapun 0 persen.

“Kami melihat program cicilan biaya operasi katarak ini disambut masyarakat. Kami bekerja sama dengan aplikasi yang memang sudah punya jaringan luas dan terpercaya,”kata Sandro.

Lantas, berapa sih umumnya biaya operasi katarak saat ini? Jawabannya adalah berkisar antara belasan sampai puluhan juta rupiah.

Tentang KMN EyeCare

KMN EyeCare merupakan salah satu jaringan klinik spesialis mata terbesar di Indonesia yang dihadirkan khusus bagi konsumen yang membutuhkan pelayanan kesehatan mata yang nyaman dan terpercaya. Apalagi di dalamnya dilengkapi dengan layanan konsultasi mata terpadu dan fasilitas bedah mata dengan/tanpa rawat inap, didukung oleh tim Dokter Spesialis Mata yang berpengalaman, teknologi diagnostik dan pengobatan terkini.

KMN EyeCare memang memfokuskan pada kualitas layanan berstandar internasional.

“Visi kami adalah menjadi panutan pelayanan kesehatan berstandar internasional dan misinya selalu berupaya berupaya untuk memberikan pengobatan dan pelayanan pasien dengan kualitas terbaik oleh para profesional yang cakap di bidangnya dengan etika yang tinggi,” ujar Dr. Yuni Astuti, MARS.

Sebagai klinik berstandar internasional, KMN EyeCare memberikan fasilitas yang nyaman bagi pasien dan keluarganya seperti ruang tunggu yang nyaman, tempat bermain untuk anak-anak, akses internet dengan kecepatan tinggi, snack bar, berbagai macam minuman baik hangat maupun dingin bahkan ice cream. KMN EyeCare tersebar di lima cabang: Jakarta Selatan, Kebon Jeruk, Kemayoran, Pantai Indah Kapuk dan Semarang.(dianw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2