Waspada
Waspada » Ilmu Dan Amal Penentu Perilaku Seseorang
Nusantara

Ilmu Dan Amal Penentu Perilaku Seseorang

program ngabuburit "Inspirasi Wali Songo Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Selasa (11/5). Ist

JAKARTA (Waspada): Momentum Ramadhan jelang Idul Fitri, mengingatkan pentingnya iman, ilmu, dan amal dalam kehidupan Islami.

Sejatinya, agar kehidupan manusia berjalan sesuai harapan, baik dunia dan akhirat, maka setidaknya harus dipahami tiga hal pokok yang diajarkan oleh Islam yaitu iman, ilmu, dan amal.

Hal itu disampaikan Dosen Pasca Sarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran (PTIQ) Jakarta, Nur Rofiah dalam program ngabuburit “Inspirasi Wali Songo Badan Kebudayaan Nasional Pusat (BKNP) PDI Perjuangan, Selasa (11/5).

“Harmoni di antara iman, ilmu, dan amal merupakan hal terpenting yang diajarkan oleh Islam agar manusia benar-benar dipastikan untuk sukses hidup dunia dan akhirat,” kata Nur Rofiah 

Menurutnya, dengan iman inilah setiap perbuatan manusia akan memiliki nilai di hadapan Allah SWT dan akan melahirkan kemaslahatan dan kemanfaatan untuk masyarakat sekitar.

“Dampak dari beriman dengan benar, akan senantiasa melahirkan kemaslahatan-kemaslahatan bagi seluruh manusia dengan cara yang maslahat juga,” ujar Nur Rofiah.

Konsekuensi dari beriman secara benar adalah akan melahirkan kemaslahatan, baik itu untuk dirinya sendiri atau lingkungan sekitar. Itulah amal.

“Semisal orang berkata: saya beriman kepada Allah, itu buktinya apa? Misalnya berbuat baik atau beramal saleh. Dan perbuatan baik itu harus maslahat untuk dirinya sendiri dan orang lain. Bukan dalam artian berbuat bagi orang lain dengan cara zalim kepada diri sendiri, atau berbuat baik terhadap diri sendiri lantas zalim kepada orang lain,” urainya. 

Selanjutnya, kata Rofiah, praktik beragama yang mantap dan tidak mudah goyah itu bisa dicapai jika didasari oleh ilmu-ilmu agama yang benar. Yakni yang diperoleh dari sumber yang bisa dipercaya, bukan didasari oleh duga-duga dan dorongan hawa nafsu belaka. 

Menurutnya, kebutaan akan ilmu-ilmu agama telah membuat sebagian besar kaum beragama menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan mereka. Sehingga ada yang cenderung mengangkat orang-orang yang tidak paham agama sama sekali menjadi panutannya. 

Ketika dalam kondisi seperti ini, maka satu-satunya cara yang bisa mengontrol hawa nafsu dan perbuatannya adalah ilmu pengetahuan.

“Untuk bisa memastikan bahwa perbuatan kita itu memberi dampak baik bagi diri sendiri dan pihak lain sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah, maka perlu ilmu. Tidak yang asal-asalan semisal ingin berbuat baik tapi caranya membahayakan,” kata Nur Rofiah

Lalu bagaimana cara mendapatkan ilmu yang baik? Hal itu bisa didapatkan dari pengalaman, dari bertanya, atau memperbanyak bacaan. 

Untuk mendapatkan ilmu tidak harus duduk di bangku sekolah. Sebab setiap manusia sudah dibekali akal dan hati nurani untuk mengolah pengalaman menjadi sebuah ilmu pengetahuan.

“Dan cara untuk bisa berilmu itu tidak harus belajar secara khusus di bangku sekolah. Orang diberi akal dan hati nurani untuk memilah mana yang baik dan buruk adalah dengan akal, lalu  memilih atau berkomitmen yang baik itu dengan hati nurani,” pungkas Nur Rofiah.

Program Ngabuburit BKNP PDI Perjuangan dengan tema besar “Mata Air Kearifan Wali Songo” hadir setiap hari pada bulan Ramadhan pukul 17.00 WIB. Sementara sebelum sahur, ditampilkan program sejenis juga..( Irw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2