Waspada
Waspada » Himbara Komitmen Ekspansi Kredit Naik Tiga Kali Dalam 3 Bulan
Nusantara

Himbara Komitmen Ekspansi Kredit Naik Tiga Kali Dalam 3 Bulan

JAKARTA (Waspada): Himpunan Bank Bank Negara (Himbara) berkomitmen untuk meningkatkan ekspansi kredit (leverage) naik tiga kali lipat dalam 3 bulan hingga Rp 90 triliun, dari penempatan dana pemerintah di bank BUMN total sebesar Rp30 triliun.

“Kami menerima dana Rp 30 triliun dalam waktu 3 bulan dan harus melakukan ekspansi kredit sebanyak minimal 3 kali berarti Rp 90 triliun,” kata Ketua Himbara  Sunarso usai bertemu pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Rabu (1/7).

Himbara terdiri dari 4 bank BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Menurut Sunarso, ekspansi kredit ini terutama untuk sektor yang paling membutuhkan untuk aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan serta pendistribusiannya.

Dia menambahkan, sektor pertanian dan peternakan serta sektor pariwisata juga akan menjadi sasaran, terutama di wilayah yang mulai membuka PSBB secara disiplin dan terukur untuk bergerak.

Adapun tiap bank akan fokus ke sektor masing-masing dalam penyaluran kreditnya. Untuk BRI sendiri, fokus penyaluran kredit yaitu ke sektor pangan dan pendukungnya serta distribusinya.

Lalu, untuk BNI fokus penyalurannya pada sektor padat karya dan sektor riil. Ada bank yang fokus di pangan dan ada yang di pariwisata, konstruksi supaya bergerak kembali, lalu juga di sektor perumahan.

‘Tapi penyaluran kredit ini juga tetap memperhatikan manajemen risiko dan dilakukan dengan hati hati, agar kualitasnya terjaga kualitasnya dan tidak melebihi dana yang diberikan,” tandas Sunarso.

Dalam skema penempatan dana pemerintah sebesar Rp30 triliun ke bank-bank BUMN, untuk BRI dialokasikan Rp10 triliun. Mandiri Rp10 triliun, BNI dan BTN masing-masung Rp5 triliun.

“Kita jaga penyaluran kredit itu, loan  deman kita lihat, juga kita lihat berapa yang diberikan. Jangan yang diberikan  jumlahnya melebihi dana yang ada,” terang Sunarso yang juga Dirut Bank BRI.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar menambahkan, pihaknya akan menyalurkan kredit ke sektor korporasi dan UMKM. Meski di sektor perdagangan, hotel dan lainya tetap menjadi perhatian.

“Sebagai contoh kami bidangnya di korporasi, tapi bukan berarti tidak masuk di mikro, UMKM dan selected korporasi akan kami bantu pembiayaan,” ujarnya.

Sepanjang situasi ekonomi dalam pelonggaran, sambungnya, pihaknya akan melakukan terus ekspansi kredit. Hal ini penting untuk menggairahkan sektor riil dan menumbuhkan perekonomian.

Direktur Utama BNI, j Herry Sidharta menyampaikan, bahwa pihaknya akan memprioritaskan sektor padat karya yang dapat stimulus pertumbuhan ekonomi.

“Kita mulai pembukaan PSBB bertahap di mana daerah zona hijau kita masuk. Segera kita berikan perekonomian yang selama ini diistirahatkan, ini kesempatan kita di kuartal 3 dan 4 untuk speed up pertumbuhan,” tuturnya.

Sedangkan , Dirut Bank BTN,  Pahala N Mansury berkomitmen tahun ini akan menggenjot pertumbuhan kredit lebih positif lagi, dengan adanya penempatan dana pemerintah.

“Di BTN kami fokus ke perumahan. Kami yakin (demand akan ada) karena sektor ini kebutuhan dasar, sandang pangan papan itu kebutuhan dasar, jadi kami yakin demand-nya masih ada,” imbuhnya. (J03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2