Waspada
Waspada » Hasil Survei LSI Terkait Kinerja Presiden Jokowi, Ini Kata Ketua F-PAN
Nusantara

Hasil Survei LSI Terkait Kinerja Presiden Jokowi, Ini Kata Ketua F-PAN

Saleh Partaonan Daulay (ist)

JAKARTA (Waspada): Hasil survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyatakan bahwa kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi dalam enam bulan terakhir cenderung menurun dapat dijadikan sebagai cermin dan sarana evaluasi.

Sebagai sebuah karya ilmiah, survei itu dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Oleh karena itu, perlu mendapatkan perhatian serius dari presiden dan pemerintah secara keseluruhan.

Menurut Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay, hasil survei itu perlu dipelajari secara rinci. Dengan begitu, akan diketahui titik lemah pelayanan yang diberikan pemerintah. Lalu, dilakukan upaya perubahan secara struktural dan berjenjang sampai ke titik terendah pelayanan kesehatan masyarakat.

“Saya menilai bahwa turunnya kepuasan masyarakat tersebut lebih pada pengalaman dan mungkin kejadian yang pernah menimpa mereka. Bisa juga mereka memiliki pengalaman dalam menjaga keluarganya yang sakit. Atau paling tidak, mereka mendengar dari teman dan saudara mereka yang pernah berjuang melawan Covid-19”, ujar Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan tertulisnya lewat komunikasi WhatsApp, yang diterima Waspada, Senin (19/7), di Jakarta.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara II ini , Presiden Jokowi tentu tidak menjadikan popularitas sebagai titik sentral pelayanan. Tetapi, hasil survei yang menunjukkan kinerjanya menurun memang perlu disikapi. Sebab, apa pun yang dilakukan presiden konteksnya adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Itu yang akan dikenang masyarakat. Pada titik ini, Presiden Jokowi memiliki kesempatan untuk memperbaiki kinerja dan memotivasi seluruh aparat pemerintah untuk memerangi covid-19 dan menurunkan laju penyebarannya”tandasnya.

Dalam melakukan evaluasi dan upaya perbaikan, lanjutnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni Ketersediaan ruang perawatan bagi yang terpapar covid, alat-alat kesehatan yang memadai, obat-obatan yang berkenaan dengan covid, dokter, perawat, dan petugas kesehatan yang cukup, testing dan tracing yang lebih banyak, penyediaan sarana isolasi mandiri, bantuan sosial bagi masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kebijakan pemerintah, mempercepat program vaksinasi bagi 70 persen rakyat, dan mengamankan agar kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil.

“Itu mudah sekali disebutkan. Tetapi, dalam pelaksanaannya tidak mudah. Kita harus dukung pemerintah untuk merealisasikannya. Tanpa dukungan masyarakat, pemerintah pasti akan kesulitan untuk bekerja”tukas Saleh Partaonan Daulay, yang duduk di Komisi IX DPR RI membidangi Kesehatan ini (J05).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2