banner 325x300

Hasil Survei Kepercayaan Publik Tinggi Pada Kinerja DPR RI

  • Bagikan
Saleh Partaonan Daulay (kiri) saat jadi pembicara pada diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ di  Media Center DPR RI Jakarta, (Waspada/dok)

JAKARTA (Waspada): Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Saleh Partaonan Daulay (   menyatakan percaya dan menghormati menyusul hasil survei  Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) yang menunjukkan sebanyak 50,5 persen responden menilai kinerja Dewan baik. Lembaga itu menilai kinerja DPR RI periode 2019-2024 yang baru saja dilantik pada Oktober 2019 lalu mendapat kepercayaan publik yang dinilai cukup tinggi. Survei itu dilakukan kepada 2197 responden.

“Saya percaya pada hasil survei dan menghormati,” ujar Saleh dalam diskusi ‘Dialektika Demokrasi’ yang bertajuk ‘Menakar Kinerja DPR RI Tahun 2020’ di  Jakarta, Selasa (25/2).

 Menurut dia, langkah itu merupakan bentuk kepedulian publik terhadap kinerja Dewan yang harus mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Survei tersebut juga bisa dipandang sebagai kontrol sosial terhadap kerja lembaga pemerintahan yang menggunakan uang rakyat dalam kegiatan operasionalnya.

“Saya mengapresiasi survei ini, karena bagaimanapun saya selalu percaya pada survei. Baik atau buruknya hasil survei itu tetap saja adalah hasil kajian akademis yang harus dihormati. Saya hormati itu apapun hasil survei. Jangan sampai ada yang bilang kalau hasil surveinya baik maka setuju, jika hasilnya tidak baik maka tidak setuju,”ungkap Partaonan.

    Politisi PAN dari daerah pemilihan  Sumatra Utara II  itu mengatakan, survei tersebut perlu diperdalam lagi menyangkut kepuasan publik di berbagai bidang yang menjadi tugas pokok DPR RI yakni legislasi, pengawasan dan anggaran, sehingga hal itu bisa menjadi referensi menyeluruh bagi  DPR RI terkait evaluasi apa saja yang perlu ditingkatkan kinerjanya, agar kepercayaan publik terhadap DPR RI bisa terus meningkat tiap tahunnya.

 

“Ini bentuk kepedulian masyarakat kepada DPR. Namun survei yang dilakukan ini perlu ditingkatkan lagi dari aspek penilaian yang lebih mendetail. Bagaimana persepsi publik terhadap aspek legislasi, anggaran dan pengawasan misalnya. Karena bagi kita hasil survei ini adalah sebuah kontribusi penting untuk referensi peningkatan kinerja DPR secara keseluruhan,”katanya.

    Dalam kesempatan itu Partaonan  berpesan agar para legislator untuk dapat lebih sering mempromosikan program kerjanya kepada masyarakat dan jangan menjaga jarak kepada masyarakat. Menurut dia, kedekatan legislator dengan masyarakat itu juga mempengaruhi kepercayaan publik kepada DPR RI.

“Saya melihat sosialisasi terhadap program kerja yang dilakukan legislator kepada masyarakat masih kurang, publik banyak yang kurang paham. Kita harap wakil rakyat semakin dekat dengan rakyatnya dan kalau ada masalah di daerah ya bisa menyalurkan aspirasinya melalui wakil rakyatnya itu,”ujarnya.

   Anggota Komisi IX DPR RI itu juga menilai mensosialisasikan kinerja Dewan tidak saja menjadi tugas Anggota Dewan, tetapi menjadi tugas Kesekjenan DPR RI, dengan meningkatkan akses informasi Kedewanan pada masyarakat. “Sosialisasi harus dilakukan massif. Tak hanya menjadi tugas DPR saja, tapi juga Kesekjenan. Itu penting untuk ditingkatkan,” tandasnya.(j07/aya)

  • Bagikan