Hadapi Covid-19, Solidaritas dan Gotong Royong Harus Terus Ditingkatkan

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Berbagai upaya gotong royong yang selama ini dilakukan dalam rangka menangani pandemi Covid-19 beserta dampaknya, terbukti sangat baik. Untuk itu, Gerakan Solidaritas Nasional Penanganan Covid-19 akan terus diperkuat lewat kegiatan-kegiatan yang bersifat lebih masif.

Berbagai upaya yang telah dilakukan dan perlu untuk terus digelorakan ialah mulai dari menegakkan 3M khususnya 1M, yakni memakai masker yang baik dan benar sesuai arahan Presiden Jokowi. Kemudian, 3T (testing, tracing, treatment), vaksinasi, memastikan ketersediaan obat, oksigen, RS dan fasilitas pelayanannya yang harus berjalan beriringan.

“Itu semua tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pemerintah tanpa dukungan elemen-elemen yang lain, terutama dari komponen masyarakat. Sejak awal kita sudah menerapkan prinsip yaitu pendekatan pentahelix. Di situ pemerintah hanya merupakan salah satu komponen dari lima komponen. Yang lain dari dunia usaha, perguruan tinggi atau akademisi, civil society atau kelompok masyarakat madani, dan media massa,” ujar Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy dalam kegiatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Gerakan Solidaritas Nasional, Kamis (19/8) yang dilaksanakan daring dan dihadiri sedikitnya 500 peserta.

Di antara yang hadir adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, Kepala Baznas Noor Achmad, Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, para gubernur, bupati, dan wali kota serta wakil wakil elemen pentahelix.

Rakornas tentang Gerakan Solidaritas Nasional Revolusi Mental untuk Penanganan Covid-19 dan Dampaknya tadi tujuannya adalah untuk menguatkan kembali apa yang selama ini sudah dilakukan. Agar kegiatan-kegiatan yang melibatkan elemen masyarakat dan komponen kekuatan yang ada di masyarakat bisa dimobilisasi lebih intens. Itu semua untuk mempercepat penanganan Covid-19 dari semua lini,” ujarnya.

Lebih detail, ia menjelaskan
Gerakan Solidaritas Nasional Penanganan Covid-19 itu, kata Muhadjir, merupakan hasil kesepakatan bersama dalam rakornas yang melibatkan pemerintah pusat terdiri dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah yakni para gubernur, bupati, dan wali kota, Kadin Indonesia mewakili pihak swasta, para akademisi, serta kelompok masyarakat atau civil society.

Dia menambahkan, lembaga non-pemerintah, dunia usaha, filantropi, dan media pun agar dapat meningkatkan dukungan mobilisasi dan sumber daya di daerah masing-masing untuk penanganan Covid-19. Penguatan solidaritas dan gotong-royong seluruh elemen bangsa juga diperlukan untuk menurunkan serta menghentikan angka kematian, meningkatkan layanan kesehatan, mempercepat vaksinasi, dan penyaluran bansos.

“Kepala daerah agar menyediakan masker gratis bagi warga yang kurang mampu. Demikian juga keterlibatan media dalam memberikan edukasi, meluruskan info-info yang menyesatkan atau hoaks, serta dapat mensosialisasikan Gerakan Solidaritas Nasional Penanganan Covid-19 dan dampaknya,” pungkas Menko PMK. (J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *