Hadapi Corona, MUI Anjurkan Umat Islam Baca Qunut Nazilah dan Rajin Wudhu

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Terkait penyebaran virus corona di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak semua elemen bangsa, khususnya yang beragama Islam, untuk membaca doa qunut nazilah setiap shalat wajib. Anjuran untuk sering-sering berwudhu juga dilontarkan Dewan Pimpinan MUI, lebih baik lagi jika menggunakan sabun saat membasuh kedua telapak tangan.

Upaya tersebut, dikatakan Wakil Sekjen MUI, KH Solahuddin Al Aiyub, adalah bagian penting untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah penyebaran virus yang sangat berbahaya ini.

“Kita menata diri dengan memperbanyak taubat, memohon ampun kepada Allah Azza wa Jalla, meninggalkan perilaku dzalim, memperbanyak sedekah, dan meninggalkan permusuhan. Karena penyebaran virus Corona ini bisa jadi merupakan peringatan dari Allah SWT supaya kita lebih dekat kepadaNya,” kata KH Al Aiyub, di Jakarta, Selasa (3/3).

Seperti diketahui, Qunut Nazilah merupakan doa untuk menangkal turunnya mala petaka seperti penyebaran virus ini. Qunut Nazilah ini dibaca setelah ruku’ pada rakaat terakhir shalat fardhu, baik ketika menjadi imam atau sendirian.

Lafadz Qunut Nazilah dibaca pelan saat shalat sirriyah seperti Dhuhur dan Ashar sedangkan pada saat Shalat Maghrib, Isya’, dan Subuh dibaca secara Jahriyah atau keras.

Ketika shalat berjamaah, Imam shalat dimohonkan mengumumkan lafadz doa Qunut Nazilah dengan mengganti kata untuk diri sendiri (mutakallim wahdah, ni/saya) menjadi na (mutakallim ma’al ghair, kita), sementara makmum cukup mengaminkan saja.

Anjuran memperbanyak wudhu sesuai dengan tata caranya secara benar dan sempurna, khususnya dalam mencuci kedua tangan (ghaslul kaffaini) sangat perlu disebarluaskan.

“Agar melakukannya lebih ekstra dengan memakai sabun agar diyakini lebih bersih, saat berkumur (tamadhmudh), dan saat membersihkan hidung (istinsyaq), karena sesuai keterangan para ahli kesehatan, cara-cara tersebut diyakini dapat menangkal penularan virus Corona,” paparnya.

Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhyiddin Junaidi dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa MUI mengimbau semua elemen bangsa untuk tetap tenang, bersatu, mengedepankan sikap saling membantu, menghindarkan perilaku saling berbantahan dan saling menyalahkan, serta tidak menyebarkan berita atau informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Bersama-sama melakukan segala upaya untuk menangkal dan meminimalkan potensi penyebaran virus Corona tersebut,” katanya.

Dia menambahkan, MUI meminta kepada umat Islam agar berpegang teguh kepada pola hidup yang Islami, dimulai dengan makanan, minuman, pakaian dan muamalah demi meraih ridha Allah SWT.

“Sesuai perintah dalam Al Baqoroh ayat 168, wahai manusia, makanlah apa yang Kami ciptakan di bumi dari segala yang halal yang tidak kami haramkan dan yang baik-baik,” pungkasnya. (dianw/B).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.