Waspada
Waspada » Fungsionaris DPP Partai Golkar Henry Indraguna Diberi Gelar Marga Purba
Nusantara

Fungsionaris DPP Partai Golkar Henry Indraguna Diberi Gelar Marga Purba

Henry Indraguna Purba dan isterrinya Fangky Christina Hartati diberi marga Tarigan.

JAKARTA (Waspada):
Politisi Partai Golkar yang juga advokat kondang, Henry Indraguna bagai tak bisa berhenti mengungkapkan kebahagiannya setelah dia diberi gelar marga Purba dan isterinya Fangky Christina Hartati diberi marga Tarigan.
Henry Indraguna Purba yang juga Plt Ketua Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar menceritakan pengalaman indahnya bersama wartawan di Kantor DPP Partai Golkar Slipi Minggu (11/4). Selain senang berkumpul berkumpul bersama masyarakat dan tokoh adat dia menyatakan hal itu sebuah peristiwa langka penghargaan yang indah dalam proses pemberian marga itu yang dilangsungkan di Balai Zeqita Brastagi, Kota Brastagi, Sumatera Utara (Sumut) Jumat lalu.
“Saya terharu, karena
proses secara tradisi pemberian marga kami alami dengan penghormatan adat, ” ungkap Henry Indraguna yang merupakan putra Jawa kelahiran Bandung Jawa Barat.
Moment itu banyak kontribusinya bagi perkembangan dan kemajuan masyarakat karena kami bukan keturunan suku Batak Karo
mendapat kehormatan diberi marga, tukasnya.
Pemberian marga dilakukan dengan cara mengangkat seseorang yang bukan keturunan Batak dari keluarga keturunan Batak yang telah ditunjuk.
Henry Indraguna secara pribadi terkesan dan mengucapkan terima kasih serta apreasiasi tinggi dengan pemberian Marga Purba, karena perjalanan hidup dan pertemanan lebih dari sahabat dengan seseorang teman bermarga Purba semasa mudanya.
“Setelah diangkat dan diberi marga Purba, saya dianggap sebagai bagian dari keturunan sah dan berhak menyandang salah satu marga Purba. Saya sangat bangga sekali,” ungkap Henry.
Atas semua proses pemberian marga tersebut, advokat dan politisi yang juga dekat dengan senior Golkar asal Sumut, seperti Akbar Tandjung, Luhut Binsar Panjaitan dan senior Kosgoro 1957, HR Agung Laksono ini sangat bangga dan terharu. Dia menyatakan akan patuh dan mentaati adat istiadat Batak Karo.
“Saya mengucapkan terima kasih atas semua proses ini. Sumatera Utara telah menjadi rumah kedua bagi saya,” ucap Henry Indraguna Purba dengan penuh suka cita.
Tokoh adat telah memutuskan pemberian marga kepada Henry, melalui Jenda Muli Purba memberikan kepada Henry Indraguna bermarga Purba, menjadi Henry Indraguna Purba.
“Sejak saat ini Henry Indraguna telah menjadi warga Karo yang bermarga Purba, bere-bere Tarigan. Setelah menjadi warga Karo, semoga saudara Henry Indraguna dapat menjaga nilai-nilai budaya Karo dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pemberi Marga Jenda Muli Purba didampingi Kalimbubu Indra Sakti Tarigan Sibero dan Anak Beru Wimpi Sembiring.
Begitu juga pemberian marga untuk istri Henry Indraguna diberi marga di Batak Karo menjadi tambahan dibelakang namanya Fangky Christina Hartati Tarigan.
Karena Henry sudah berkeluarga maka prosesnya berbeda dengan yang masih sendirian atau lajang.
“Bukan hal yang mudah bagi seseorang untuk mendapatkan gelar, sebelum pemberian gelar seharusnya diberi marga terlebih dahulu,” ujar pemandu acara saat pemberian marga di lokasi.
Pemandu menjelaskan, pemberian marga adat batak merupakan sesuatu yang besar, sakral, dan biasanya bakal digelar pesta adat. Ada pesta yang besar dan ada yang kecil, tergantung orangnya yang membutuhkan. Setelah mendapat marga, orang tersebut baru bisa mendapat gelar atau penghargaan. Ada konsekuensi dan tanggung jawab moral yang harus dilakukan, begitu yang disampaikan oleh pemandu dalam acara itu, kata Henry.
Termasuk jika ada pesta, harus menghadirinya, kata pemandu, harus siap menghadirinya, mewakili marga yang sudah didapat. “Proses ini adalah sesuatu yang sangat terhormat di adat kami di Batak,” tutur Henry mengulang yang disampaikan oleh pemandu.
Menjawab tentang Lembaga Komunikasi dan Informasi (LKI) DPP Partai Golkar yang dipimpinnya, Henry Indraguna Purba yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Badan Advokasi Hukum dan HAM (Bakumham) Kosgoro 1957 menyatakan, lembaga itu penting sebagai pendukung partai dalam menyampaikan berbagai capaian dan prestasi. “Diperlukan banyak ide dan gagasan untuk mendukung tugas fungsi lembaga ini,”ujarnya.(j04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2