F-PAN Tanggapi Turunnya Kinerja Para Menteri Karena Manuver Pilpres

  • Bagikan
Ketua Fraksi PAN di DPR RI Saleh Partaonan Daulay (ist)

JAKARTA (Waspada): Kinerja menteri sangat ditentukan oleh komitmen masing-masing sebagai pembantu presiden. Semakin tinggi komitmennya, semakin baik pula kualitas kerjanya. Sebaliknya, jika ada yang komitmennya hanya untuk mempertahankan kursi, maka kerjanya pun tentu hanya sebatas agar tetap di dalam kabinet. Apakah pelayanan publik maksimal atau tidak, itu tidak lagi menjadi perhatian utama.

“Apakah ada menteri yang komitmennya hanya sebatas mempertahankan kursi? Yang tahu tentu presiden. Tetapi, kalau memahami apa yang disampaikan olehKantor Staf Presiden ( KSP), ada menteri yang seperti itu. Bahkan, bisa lebih sibuk lagi karena adanya manuver politik untuk pilpres 2024, menurut saya, komitmen para menteri di paroh kedua periode ini bisa jadi akan berkurang, kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional ( F-PAN), DPR RI Saleh Partaonan Daulay melalui keterangan tertulisnya yang diterima Waspada, Kamis, (12/5/2022), di Jakarta.

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumut II ini, ada beberapa alasan yang bisa disebutkan. Pertama, para menteri sudah merasa aman dan merasa akan dipertahankan sampai akhir masa jabatan. Apalagi, yang merasa dirinya didukung partai besar dan memiliki kedekatan tertentu dengan presiden.

Kedua, sebagian besar menteri adalah utusan partai politik. Mau tidak mau, menjelang pemilu 2024, mereka semua dituntut untuk memenangkan partai masing-masing. Tidak heran, jika mereka saat ini berbagi fokus. Fokus ke pemerintahan dan fokus kepada partainya. Fakta menunjukkan bahwa persaingan politik pada pemilu yang akan datang jauh lebih kompetitif, rumit, dan sulit.

Ketiga, menurunnya kasus covid di Indonesia menyebabkan pekerjaan para menteri sedikit lebih “ringan”. Terutama yang tidak berhubungan langsung dengan kesehatan dan pemulihan ekonomi. Pada titik tertentu, menteri-menteri itu tidak lagi dibebani dengan tugas-tugas tambahan yang membutuhkan konsentrasi. Kadang-kadang, itu juga yang membuat mereka sekarang berbagi perhatian ke yang lain.

Keempat, ada juga menteri yang sejak awal, menurut penilaian saya, tidak memiliki performa yang baik. Tidak jelas apa yang dikerjakan. Tidak jelas juga perubahan yang dilakukan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ini tentu sudah menjadi beban presiden sejak awal. Mungkin karena berbagai pertimbangan, tidak diganti oleh presiden.

“Saya yakin bahwa presiden telah mengetahui keempat hal tersebut di atas. Presiden juga mestinya sudah tahu bagaimana mengatasinya. Tinggal political will-nya saja yang diperlukan. Masih cukup waktu untuk membuat perubahan dan memacu kinerja seluruh anggota kabinetnya”, tandas Saleh Partaonan yang juga mantan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah ini. (J05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.