Dugaan Rudapaksa, Kemenag Cabut Ijin Operasional Ponpes Manarul Huda Antapani

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Kementerian Agama mencabut izin operasional Pesantren Manarul Huda Antapani, Bandung, Jawa Barat, akibat dugaan kasus rudapaksa (pemerkosaan) terhadap sejumlah santri perempuan yang dilakukan oknum pengelola berinisial HW.

Selain itu, Pesantren Tahfidz Quran yang juga diasuh HW ditutup. Lembaga ini belum memiliki izin operasional dari Kementerian Agama.

“Kita telah mengambil langkah administratif, mencabut izin operasional pesantren tersebut,”kata Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, M Ali Ramdhani di Jakarta, Jumat (10/12).

Sebagai regulator, Kemenag memiliki kuasa administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang melakukan pelanggaran berat seperti ini. Hal itu sebagai bentuk dukungan atas langkah hukum yang menjadi wewenang kepolisian.

Sejak awal Kemenag telah mengawal kasus ini, berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Jawa Barat. Langkah pertama yang sudah diambil adalah menutup dan menghentikan kegiatan belajar mengajar di lembaga pesantren tersebut.

Kemenag juga langsung memulangkan seluruh santri ke daerah asal masing-masing dan membantu mereka mendapatkan sekolah lain untuk melanjutkan belajarnya.

“Dalam hal ini, Kemenag bersinergi dengan madrasah-madrasah di lingkup Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama,”pungkas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono.

Kasus pemerkosaan santri perempuan oleh oknum pengelola pondok pesantren di wilayah Bandung, Jawa Barat ini menjadi viral dan sorotan media massa. Banyak pihak mengutuk keras dan meminta pemerintah mengambil tindakan tegas pada lembaga-lembaga pendidikan manapun yang melakukan tindakan kekerasan dan pidana. (J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.