Waspada
Waspada » DPR Ingatkan Pemerintah Harus Serius Tangani Corona Dan DBD
Nusantara

DPR Ingatkan Pemerintah Harus Serius Tangani Corona Dan DBD

anggota Komisi IX DPR-RI F PKS Mufida Kurniasih (kiri) saat jadi pembicara pada diskusi di Gedung DPR Jakarta, Selasa (10/3). ( Waspada/ Ramadhan Usman)

 JAKARTA (Waspada): Komisi IX DPR RI mengingatkan pemerintah benar-benar harus sangat serius memperhatikan kesehatan masyarakat di Indonesia dari segi macam jenis virus. Dengan bertambahnya jumlah positif terserang virus corona atau covid-19 Komisi IX melihat masyarakat mulai khawatir dengan kemampuan Pemerintah dalam penanganan virus mematikan itu.

     Pernyataan itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR-RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mufida Kurniasih dalam diskusi di Jakarta Selasa (10/3).

     Menurut Mufida, Indonesia sudah memiliki banyak regulasi dalam penanganan Covid-19 trsebut. Namun, sejauh ini regulasi-regulasi itu belum dilaksanakan dengan baik dalam kasus Covid-19.

“Jadi, saya rasa untuk  bicara regulasi-regulasi saya rasa  sudah cukup ya untuk menjadi rujukan. Kalau regulasi rasanya sudah banyak kita punya regulasi, tapi yang sering terjadi itu justru implementasinya sering banyak kendala, sering banyak persoalan. Justru disinilah kita harus terus memantau dan melakukan pengawasan yang semakin intensif,” kata Mufida.

    Atas dasar itu, Mufida menyarankan agar kesiagaan atas wabah mematikan ini ditingkatkan, serta adanya langkah konkrit dari Pemerintah. “Justru yang sekarang itu perlu ditingkatkan kesiagaannya adalah langkah konkret apa, mitigasi-mitigasi ini harus  dilakukan dengan cepat, protokol-protokol yang sudah dikeluarkan kemarin ada 5 protokol, yang terbaru itu harus dikawal pelaksanaannya,” ucapnya.

    Langkah Pemerintah untuk menggunakan semua regulasi yang ada untuk penanganan atau pencegahan Covid-19 ini sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan dikeluarkan surat edaran situasi kedaruratan Covid-19.

     “Kemendagri juga sudah mengeluarkan surat edaran,  tentang situasi kedaruratan yang harus dilakukan, di handling  oleh seluruh kepala daerah, baik di tingkat Provinsi maupun kota/kabupaten,” ungkapnya.

     Anggota Komisi Kesehatan DPR RI Melki Laka Lena menyinggung pemerintah pusat yang membuang energi hanya untuk mengurus wabah virus corona (Covid-19).

  ..Padahal, kata politikus Golkar itu, di Indonesia banyak penyakit lokal berbahaya, seperti penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menjadi penyakit endemik di tanah air sejak tahun 1968 itu.

    Dalam forum diskusi itu Melki mengatakan,  penyakit DBD yang saat ini hampir 15 ribu orang meninggal itu seakan dilupakan pemerintah dan tidak menjadi perhatian serius ketimbang menguras tenaga hanya untuk mengatasi Covid-19 yang berasal dari Wuhan China tersebut.

“Jangan lupa DBD dan TBC itu sangat berbahaya di negeri kita,” tandas Melki.

    Melki mendorong Kementerian Kesehatan RI lebih fokus mengatasi penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

“Intinya energi kita harus terbagi, virus corona diperhatikan, DBD juga harus lebih diurus lagi oleh pemerintah,” pungkas Melki.(j07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2