Waspada
Waspada » Dana Desa Untuk Budaya Literasi Capai Rp396 Miliar
Nusantara

Dana Desa Untuk Budaya Literasi Capai Rp396 Miliar

JAKARTA (Waspada): Jumlah desa  yang membangun Taman Bacaan Masyarakat (TBM) terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015, saat  dana desa pertama kali digulirkan, baru ada 1.166 desa yang melakukan pembangunan TBM. Jumlah itu meningkat jadi  3.629 desa pada 2016 dan terus melonjak menjad8i 10.169 pada 2019.

Seiring itu, jumlah dana desa yang dipakai juga meningkat tajam. Pada 2015 sebesar Rp 13 miliar. Pada 2015 meningkat jadi Rp76,93 miliar dan terus meningkat pada 2019 menjadi 396,41 miliar.

Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa,  Daerah Tetinggal Dan Transmigrasi  Kementerian Pembangunan Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Suprapedi mengatakan, peningkatan jumlah desa dan dana desa yang digulirkan untuk pembangunan TBM di desa-desa menjadi bukti makin sadarnya masyarakat akan arti penting membaca.

“Literasi desa sudah memegang peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di perdesaan,” ungkap Suprapedi
saat berbicara sebagai nara sumber pada pembukaan Rakornas Bidang Perpustakaan yang digelar daring, Senin (22/3).

Literasi desa juga berpengaruh pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Badan Usaga Milik Desa (BUMDes).

Seperti diketahui, pembangunan desa diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) Nomor  6/2014. Desa punya kewenangan lokal mengelola SDM yang ada. Keberadaan BUMDes juga mengisyaratkan perspektif pembangunan berbasis komunitas, termasuk di dalamnya komunitas pegiat literasi ekonomi sosial di perdesaan.
“Pembangunan berbasis komunitas ini menciptakan berbagai ide kreatif,  diantaranya jaring komunitas wira desa, lumbung desa dan  lingkar budaya.

“Jaringan komunitas ini, semuanya  butuh literasi. Jadi politik literasi desa ini akan mempercepat pembangunan ekonomi yang tumpuannya adalah ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal.

Dengan demikian, Suprapedi menyebut kalau dana desa punya peranan signifikan dalam penguatan SDM di perdesaan.
“Pembangunan literasi di perdesaan ini sudah jalan 4 tahun. Dan kini akan semakin fokus demi mendukung transformasi ekonomi di desa,’ tandas Suprapedi. (J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2