Waspada
Waspada » Cerita Mensos Risma Memboyong Keluarga Pemulung, “Ikut Ibu Ya, Biar Kamu Jadi Insinyur”
Nusantara

Cerita Mensos Risma Memboyong Keluarga Pemulung, “Ikut Ibu Ya, Biar Kamu Jadi Insinyur”

Mensos Risma saat berbincang dengan keluarga pemulung

Siang yang panas tak menghalangi langkah dan niat Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk terjun langsung ke lapangan menyapa masyarakat. Dia yang akrab disapa Risma, bersama beberapa stafnya membagikan masker kepada masyarakat di sepanjang jalan Matraman Raya, Jakarta, Jumat (16/7) yang tak jauh dari kantornya.

Penerima masker yaitu masyarakat yang kebetulan berada di sepanjang trotoar. Mereka adalah pengemudi ojek dan bajaj, tukang parkir sampai satuan pengamanan kantor.

Dalam perjalanan membagikan masker, Mensos Risma mendapati dua keluarga pemulung yang tengah beristirahat di bawah jembatan penyeberangan orang di depan Wisma Kementerian Pertahan. Kepada keduanya, Mensos Risma langsung mengajak ke Balai Pangudi Luhur Bekasi untuk mendapatkan layanan Kemensos.

“Ikut saya, ya!Nanti saya kasih kerjaan. Nanti dapat penghasilan lebih rutin. Ini anaknya ikut saja. Biar bisa sekolah. Nanti di sana banyak temannya, ” kata Mensos kepada Sofyan, pemulung asal Subang yang ditemui Jumat (16/7).

Awalnya Sofyan masih tampak ragu dengan tawaran Mensos. Ia tampak melirik istrinya berdiskusi kecil. “Mau ya,” tanya Risma.

“Gerobaknya gimana bu. Apa bisa dibawa? ” kata Sofyan, ayah beranak satu.

“Bawa saja. Ngga papa. Bisa juga saya beli. Berapa harganya. Hitung ya,”ujar Risma. Ia lalu mendekati anak lelaki Sofyan.

“Mau ikut Ibu ya. Nanti kamu bisa sekolah. Biar bisa jadi Insinyur, kamu mau jadi Presiden? Harus sekolah biar pintar, ” kata Bu Risma.

Tawaran serupa disampaikan kepada Ahmad Jaenudin, rekan pemulung Sofyan yang kebetulan berada di tempat sama. Kepada Mensos, ia juga awalnya menanyakan pertanyaan sama dengan Sofyan.

Namun akhirnya Jaenudin menerima tawaran tersebut. Pria 68 tahun asal Majalengka itu mengaku tertarik dengan tawaran Mensos. Jaenudin yakin akan mendapatkan penghidupan lebih baik dalam pembinaan Kemensos.

“Ya saya mau ikut. Harapannya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik,” kata dia.

Hari itu juga mereka diantarkan oleh Tim Reaksi Cepat Kemensos ke Balai Pangudi Luhur di Bekasi. Di sini, Sofyan sekeluarga dan Jaenudin akan mendapatkan layanan, dengan terlebih dahulu dilakukan asesmen dan menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kehadiran Sofyan dan Jaenudin menambah panjang daftar pemulung dan kelompok marjinal yang mendapatkan layanan di Sentra Kreasi Atensi (SKA) Kemensos. Sebelum mereka, sudah puluhan masyarakat kurang mampu yang menerima bimbingan sosial, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan. Di sini, mereka juga diberikan pendampingan dan penguatan untuk kegiatan kewirausahaan melalui usaha kafe, galeri, ternak lele, tanaman hidroponik, laundry dan juga berjualan di toko kelontong.

Kemensos menyadari benar besarnya tantangan menghadapi situasi terkini yang tengah menghadapi Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun dan belum pasti kapan akan  berakhir.

Salah satu dampak pandemi adalah banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan penghasilan. Dengan SKA diharapkan masyarakat kurang mampu dan marjinal mendapatkan keterampilan kewirausahaan sehingga mereka dapat mandiri secara sosial dan ekonomi.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2