Waspada
Waspada » Calon Tunggal Di Pilkada Humbahas, Kegagalan Parpol Lakukan Kaderisasi
Nusantara

Calon Tunggal Di Pilkada Humbahas, Kegagalan Parpol Lakukan Kaderisasi

Anthon Sihite salah seorang putra Humbahas yang tinggal di Kota Bekasi (Waspada/Andy Yanto Aritonang $

JAKARTA (Waspada) Kemungkinan besar pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Humbang Hasundutan (Humbahas) hanya diikuti satu pasang calon bupati dan wakil bupati, yakni pasangan Dosmar Banjarnahor- Oloan Paniaran Nababan yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Unum Daerah (KPUD ) Humbahas, Minggu (6/9), mendapat perhatian serius dari kalangan masyarakat Humbahas yang tinggal di Jabodetabek.

Salah seorang pemerhati politik dan sosial, putra Humbahas yang ada di Jakarta Anthon Sihite mengatakan hadirnya calon tunggal di Pilkada Humbahas ini, bukti tidak berjalannya mesin partai partai politik untuk memunculkan kader kadernya sebagai pemimpin di daerah.

“ Menurut saya terjadinya calon tunggal di Pilkada Humbahas kali ini sebagai bentuk kegagalan sistem kaderisasi partai politik,” kata Anthon Sihite yang diwawancarai Waspada, di Jakarta, Senin (7/9)

Sebagaimana diketahui Pilkada Humbahas 2020 hampir dapat dipastikan hanya diikuti satu peserta yang diusung koalisi 6 parpol yang memiliki kursi di DPRD Humbahas yakni masing-masing PDIP, Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra dan Demokrat.
Sementara melihat perolehan kursi partai di DPRD bisa menawarkan empat pasang calon calon untuk dipilih masyarakat Humbahas .

“ Berkoalisinya parpol hanya mendukung satu pasang calon, akibat parpol tidak yakin memajukan kader jadi pemimpin dan mampu bersaing di Pilkada Humbahas, tukas Anthon Sihite.

“ Hanya ada satu pasang calon di Pilkada Humbahas ini menurut saya , harus dilihat dari sisi ketidakmampuan mesin parpol melakukan pengkaderan . Masyarakat juga jangan menyalahkan pertahanan, tetapi harus melihat partai politik yang tidak mampu melahirkan kader sebagai pemimpin” ujarnya.

Sebagai Putra Humbahas yang tinggal di Jakarta, Anthon Sihite mengakui kecewa dimana dia melihat mesin partai tidak maksimal berjalan untuk melahirkan calon kepala daerah yang baik. Padahal salah satu fungsi utama partai yakni melahirkan pemimpin melalui pengkader .

Jika pengkaderan berjalan baik tentu akan muncul kader kader yang siap dan mampu jadi pemimpin melalui persaingan di Pilkada sebagai forum rakyat untuk memilih pemimpinnya.

Soal kemungkinan munculnya pasangan baru jika adanya perpanjangan pendaftaran , Anthon Sihite merasa pesimis .

“ Dengan masa yang panjang saja Parpol tidak mampu mengusung sendiri calonnya,” tandasnya.

Jika hanya perpanjangan tiga hari menurut Anthon , tentu akan mengalami kesulitan
konsolidasi di waktu yang singkat, urainya .

Ketika ditanya kemungkin tingkat partisipasi masyarakat Humbahas nanti rendah memberikan suara ke TPS karena hanya satu pasang calon, Anthon mengimbau agar masyarakat yang punya hak suara tetap datang ke TPS memberikan hak suaranya, sebab masih ada pilihan kotak kosong.

“ Bila masyarakat tidak mau hal ini terulang maka masyarakat yang punya hak suara harus memberikan pilihannya antara calon tunggal dan kotak kosong .

Jika faktanya nanti banyak pendukung kotak kosong maka menjadi pukulan besar bagi parpol.

Saya berpesan pada masyarakat Humbahas yang punya hak suara , mari ramai ramai memberikan suara ke TPS ldemi lima tahunan ke depan. kalaupun rakyat yang punya hak suara memilih kotak kosong itu sepenuhnya hak masyarakat. Yang jelas jangan sampai tidak mempergunakan hak suaranya.

Pada sisi lain Anthon Sihite meminta KPUD ketat dalan meberlakukan protokol kesehatan, bahkan KPUD diminta memberikan masker kepada para pemilih dan membatasi jumlah pemilih di TPS.

Anthon juga menyarankan ditengah pendami corona ini ada baiknya KPUD menerapkan antisipasi jangan sampai ada kerumunan massa di TPS dengan cara memperpanjang waktu pencoblosan . Kalau misalnya ketentuannya sampai batas jam 14.00 WIB kemungkinan bisa dirapatkan untuk memperpanjang sampai jam 18.00wib.

Anthon mendorong KPUD melakukan sosialisasi dengab melibatkan tokoh masyarakat, adat, gereja dan Pemuda. (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2