Biar Nggak Bosan Di Rumah, Yuk Ajak Anak Menggambar Dan Bercerita - Waspada

Biar Nggak Bosan Di Rumah, Yuk Ajak Anak Menggambar Dan Bercerita

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Kegiatan menggambar, mewarnai atau permainan kreatif lainnya dipercaya dapat merangsang perkembangan emosional dan sosial pada diri anak.

Sebab, apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh anak lebih mudah tersalurkan ketimbang komunikasi verbal.

“Kegiatan menggambar dan mewarnai juga dinilai sangat baik untuk membangun kreativitas anak,” kata Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Andri Kurniawan di Jakarta, Sabtu (11/7).

Teristimewa, adalah apabila kegiatan itu dilakukan secara bersama antara orang tua dan anak.

Hal itu akan menjadi kegiatan mengasyikan dan dapat membangun kembali ikatan antara orang tua dan anak.

Psikolog perkembangan dari Universitas Gadjah Mada, Dr Aisah Indati membenarkan hal itu.

Untuk kegiatan yang bisa memadukan antara kecerdasan psikomotorik dan sosial, orang tua dapat mengajak anak menggambar dan mewarnai atau bermain puzzle.

“Anak pasti akan sangat senang melakukan kegiatan menggambar atau mewarnai, karena dapat menghilangkan rasa bosan selama menjalani belajar dari rumah,” ujar Aisah.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat anak harus banyak berada di rumah termasuk untuk kegiatan sekolahnya.

Bahkan untuk tahun ajaran baru 2020/2021 pun, pemerintah menetapkan 94 persen anak usia sekolah belajar dari rumah.

Kondisi lama berada di rumah tentu saja akan membuat anak merasa bosan.

Sebab anak sangat senang bermain.

Anak pun seringkali terjebak dalam kebosanan karena mereka belum bisa memilih aktivitas yang sesuai dengan kemauan dan kebutuhannya.

Dari semua itu, lanjut Aisah, orang tua harus bisa bijak, dengan memilih jenis kegiatan yang sesuai dengan umur dan kebutuhannya.

Kegiatannya dapat berupa kegiatan yang bersifat kognitif, afektif, sosial, maupun psikomotorik, yang disesuaikan dengan usia anak.

Selain menggambar, anak juga suka bercerita tentang dirinya.

Mengingat apa saja peristiwa mengesankan yang pernah dialaminya, atau mungkin menceritakan kembali buku yang pernah dibaca, adalah kegiatan yang patut dilakukan bersama.

Kalau mau lebih seru, tentu saja anak dan orang tua dapat melakukan permainan ‘berganti peran’.

Siapa mau jadi apa, sangat menarik karena mampu mengasah kecerdasan sosialnya.

“Yang jelas, anak sangat butuh kasih sayang. Sayangi mereka di mana perhatian itu sangat dibutuhkan dimasa saat ini,” ujar Aisah.

Tentang kegiatan menggambar, Andri menambahkan kalau Faber-Castell mengadakan banyak kegiatan workshop kreatif yang dilakukan secara daring, baik yang diperuntukan bagi individu maupun sekolah, dengan materi yang dapat dinikmati kategori usia pelajar maupun dewasa.

Materi tersebut dapat diakses melalui sosial media Faber-Castell di Instagram @fabercastell_ID maupun Facebook @FaberCastellCreativeKids.

Andri menambahkan, saat ini sekolah masih dilakukan dari rumah, dan kegiatan tatap muka pada tahun ajaran baru mendatang mungkin saja sangat dibatasi, sehingga program yang ditawarkannya bisa menjadi alternatif bagi siswa dan para tenaga pengajar.

Untuk pemateri, Andri menyebut Faber-Castell telah bekerja sama dengan para praktisi seni baik lokal maupun luar negeri, dan juga praktisi Art Therapist untuk berbagi pengalaman dan keilmuannya.

“Hal ini tentunya menjadi bagian komitmen kami sebagai Creative Companion Life,” tandas Andri. (j02)

  • Bagikan