Waspada
Waspada » Baru 1 Dari 7 Mahasiswa UT Yang Manfaatkan Pembelajaran Online
Nusantara

Baru 1 Dari 7 Mahasiswa UT Yang Manfaatkan Pembelajaran Online

TANGERANG SELATAN (Waspada): Universitas Terbuka (UT) telah siap sebagai sebuah Siber University atau kampus siber. Berbagai sarana dan prasarana, utamanya teknologi pengelolaan dan pembelajaran dan ujian berbasis digital, telah berjalan. Tapi sayangnya, semua kemajuan itu hanya dapat dinikmati oleh sekira 50 ribu dari 350 ribu mahasiswa UT yang ada di seluruh Indonesia.

“Tantangan utama kami tentu saja terkait jaringan internet. Masih banyak mahasiswa UT yang tinggal di daerah terpencil dan sulit dijangkau internet. Baru ada sekira 50-an ribu mahasiswa UT yang mampu menikmati layanan pembelajaran berbasis digital,” kata Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof Ojat Darojat, saat mewisuda sedikitnya 500 mahasiswa UT dari Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Serang, Banten di auditorium UT, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (19/1).

Dari sisi manajemen, pendaftaran mahasiswa baru di UT telah berbasis online. Pendaftaran pun dibuka setiap saat. Karena berbasis digital, karyawan UT di seluruh Indonesia hanya 1.700 orang untuk lebih dari 350 ribu mahasiswanya.

“Tentu saja sistem pengelolaan mahasiswa di UT itu sangat efisien dan bersifat padat modal. Itu karena telah berbasis teknologi,” tandasnya.

Tantangan lainnya adalah tingkat melek internet di kalangan mahasiswa UT juga masih belum memuaskan. Itu sebabnya penetrasi terhadap akses digital UT masih rendah.

Kaitannya itu, UT mengaku telah melakukan upaya permohonan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk diupayakan pembangunan jaringan-jaringan internet di daerah terpencil. Sedangkan untuk meningkatkan literasi digital mahasiswa, beberapa kali UT menggelar sosialisasi pentingnya melek internet di kalangan mahasiswa.

“Jadi berbagai upaya sudah kami lakukan, supaya peran UT sebagai kampus siber dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” kata Ojat.

Kepala Unit Pelaksana Teknis UPBJJ Serang, Maman Rumanta mengatakan, meski di wilayaj Jawa, masih banyak mahasiswa di UPBJJ Serang yang belajar secara offlina atau tidak mengakses pembelajaran online. Selain karena tidak ada jaringan, banyak juga yang mengaku gagap teknologi (gaptek).

“Saat ini kami tengah bergerak juga menyasar ke lulusan SMA. Kami berupaya supaya 2020 ini mahasiswa UT di UBJJ Serang bisa mencapai angka 28 ribu,” kata Maman.

Hadir dalam kesempatan wisuda mahasiswa Serang itu, Wakil Rektor Universitas Ageng Tirtayasa (Untirta), Aceng Hasani. Dia mengakui UT adalah salah satu kampus yang telah ikut mendongkrak akses masyarakat pada pendidikan tinggi.

“UT sangat berperan pada penambahan angka partisipasi kasar masyarakat pada pendidikan tinggi. Apalagi dengan kemajuan teknologi, maka pendidikan jarak jauh sangat penting sebagai kampus yang menjakankan proses merdeka belajar seperti yang diinginkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarin,” tandas Aceng. (dianw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2