Waspada
Waspada » Barang Bukti Kosmetik Ilegal Capai Rp149,4 Miliar
Nusantara

Barang Bukti Kosmetik Ilegal Capai Rp149,4 Miliar

JAKARTA (Waspada): Tampil cantik dan sehat menjadi tren gaya hidup masyarakat saat ini. Hal itu membuat pasar kosmetik di Indonesia meningkat pesat. Sayangnya, peningkata permintaan ini  juga memicu beredarnya kosmetik ilegal.

Catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang 2019 ini, kasus kosmetik ilegal mencapai 43 persen dari total kasus pidana yang ada di Indonesia. Nilai barang bukti yang ditemukan pun mencapai Rp149,4 miliar.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito mengakui upaya untuk memberantas peredaran kosmetik ilegal, tidak hanya dilakukan Badan POM melalui intensifikasi pengawasan atau penindakan. Badan POM justru mengedepankan pemberdayaan masyarakat untuk menekan peredaran kosmetik ilegal tersebut. Salah satunya melalui kolaborasi dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dengan membekali 39 orang calon Puteri Indonesia tahun 2020 sebagai Duta Kosmetik Aman.
Pembekalan ini merupakan salah satu bentuk implementasi MoU Badan POM dengan YPI yang telah ditandatangani pada tahun 2019.

“Saat ini upaya pengawasan atau penindakan saja tidak akan cukup untuk memberantas kosmetik ilegal. Rantai demand masyarakat harus diputus dengan pemberdayaan melalui edukasi yang sistematis dan masif dengan mengajak semua pihak termasuk Anda, para finalis Puteri Indonesia. Anda merupakan public figure yang memiliki citra positif di masyarakat, terutama generasi muda yang erat dengan media sosial. Saya mengajak Anda semua untuk ikut mengedukasi masyarakat agar cerdas memilih kosmetik aman” harap Penny K. Lukito dalam sambutannya usai penandatanganan pembekalan di Jakarta, Rabu (4/3).

Kepala Badan POM juga mengajak finalis Puteri Indonesia 2020 untuk ikut serta dalam menangkal dan memberantas berita hoaks yang sering beredar di media sosial.

“Isu hoaks mengenai kesehatan banyak beredar viral melalui media sosial. Anda sebagai finalis Puteri Indonesia yang tentu aktif di media sosial merupakan influenceryang efektif dalam mengedukasi masyarakat dengan menyebarkan berita yang benar dari sumber yang terpercaya,” jelas Penny.

Senada dengan ucapan Kepala Badan POM, Dewan Penasehat Puteri Indonesia, Puteri K. Wardhani sepakat pentingnya kolaborasi antara Badan POM dengan YPI.

“Para finalis Puteri Indonesia, yang sudah terseleksi ketat dari sisi brain, beauty, dan behaviour, secara otomatis merupakan influencer bagi kaum milenial. Dengan tersebarnya Puteri Indonesia dan Badan POM di seluruh Indonesia diharapkan akan dapat membuat gaung edukasi mengenai kosmetik aman semakin efektif,” ungkapnya.

Kerja sama antara Badan POM dan YPI untuk mengadakan Pembekalan Puteri Indonesia telah dua kali dilaksanakan sejak 2019. Pada pembekalan tahun ini, para finalis Puteri Indonesia mendapatkan paparan materi dengan narasumber Kepala Badan POM serta site visit ke laboratorium pengujian dan pusat pelayanan publik Badan POM. Selain itu, para finalis Puteri Indonesia mengikuti workshop pembuatan konten edukasi di media sosial sehingga dapat lebih efektif dalam membuat konten-konten viral terkait edukasi Obat dan Makanan aman kepada masyarakat.

Dalam paparannya, Kepala Badan POM berbagi pengalaman terkait pengawasan Obat dan Makanan serta berbagai upaya inovasi yang dilakukan dalam proses pelayanan publik di Badan POM.

“Pelayanan perizinan dengan memanfaatkan teknologi informasi membuat prosesnya semakin cepat dan mudah. Proses perizinan yang mudah diakses masyarakat ini, diharapkan dapat ikut menekan angka peredaran Obat dan Makanan ilegal,” tukasnya.

Pada kegiatan kali ini juga dilakukan pengukuhan para finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Kosmetik Aman. Setelah mendapatkan pembekalan hari ini, Puteri Indonesia akan menjalankan tugasnya di daerah masing-masing untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi mengenai kosmetik aman, mengampanyekan pemilihan dan penggunaan kosmetik aman mulai dari pelajar, mahasiswi, ibu-ibu sampai seluruh masyarakat Indonesia.(dianw)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2