Waspada
Waspada » Banjir Dan Longsor Di Parapat, Mangapul Serukan Kelestarian Hutan
Nusantara Sumut

Banjir Dan Longsor Di Parapat, Mangapul Serukan Kelestarian Hutan

JAKARTA (Waspada): Putra kota toris Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun yang tergabung dalam
Forum Rakyat Danau Toba, Mangapul Silalahi, menyerukan pentingnya menjaga dan melestarikan kawasan hutan yang ada di Parapat khususnya dan Kawasan Danau Toba umumnya.

Kejadian banjir dan longsor di dua titik di kawasan wisata Parapat, Kamis sore, harusnya membuka mata dan hati kita semua betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan yang ada di Parapat dan hutan di kawasan Danau Toba umumnya.

Menurutnya, jikapun ini faktor alam, mitigasi bencana dengan meminimalisir korban baik jiwa maupun benda mesti dilakukan segera.

Kita sedih dan prihatin menyaksikan banjir bandang yang terjadi di Parapat, kemarin sore. Seperti mengulang apa yg terjadi pada tahun 80-an ujar Mangapul Silalahi, kepada Waspada, Jumat, (14/5/2021), di Jakarta, terkait banjir dan longsor yang melanda kota turis Parapat itu

Menurutnya, pemetaan kawasan hutan, ijin konsesi hutan perlu mendapat perhatian semua pihak .

Reboisasi hutan menjadi prioritas pertama, disamping penataan anak sungai serta pembangunan drainase yang mampu menampung debit air yang tinggi, tukasnya.

Kawasan Strategis Pariwisata Nasional,( KSPN), Danau Toba, termasuk Parapat yang disebut lima kawasan super prioritas, juga harus diikuti dengan pembangunan yang super prioritas juga.

Industri pariwisata harus dimaknai juga dengan pelestarian lingkungan dan partisipasi masyarakat.
Ini menjadi pekerjaan rumah kepala daerah terpilih dalam 100 hari kerja, tandasnya.

Pihaknya juga mendukung upaya-upaya pemangku kepentingan dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan di seputaran Girsang Sipangan Bolon, dengan segera melakukan investigasi dan jika terdapat pelanggaran hukum, kami akan melakukan langkah-langkah hukum pungkas Mangapul Silalahi.. (J05)  

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2