Waspada
Waspada » Anthon Sihite : Dua Minggu Jelang Pilkada Humbahas, Jangan Terlena Dan Euforia
Nusantara

Anthon Sihite : Dua Minggu Jelang Pilkada Humbahas, Jangan Terlena Dan Euforia

Anthon Sihite (ist)

JAKARTA (Waspada) Jelang penyelenggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 9 Desember 2020 Wakil Ketua Forum Peduli Demokrasi Humbang Hasundutan (FPDHH) Anthon Sihite mengakui tingkat kepercayaan masyarakat Humbahas untuk memilih kotak atau kolom kosong (koko) sangat tinggi.

Namun dia menginggatkan agar pendukung Koko tidak terlena dengan euforia yang saat ini terjadi, tetapi harus lebih bekerja kerja dan pro aktif untuk mengawal kepercayaan masyarakat terhadap Koko sampai pencobloson 9 Desember 2020 mendatang .

Hal ini disampaikan Anthon Sihite dalam wawawancara dengan wartawan, Rabu (25/11) di Jakarta, usai pulang dari Humbahas guna meyakinkan masyarakat Humbahas bahwa memilih Koko di Pilkada merupakan pilihan yang sah sesuai perundang-undangan.

Awalnya memang, masyarakat Humbahas ada keraguan, tetapi setelah kita, para anak rantau datang melakukan edukasi, tingkat kepercayaan masyarakat makin tinggi.

” Antusiasi mereka memilih Koko setelah kita jelaskan semakin yakin dan percaya bahwa memilih koko sah secara UU,” jelas Anthon Sihite.

Sebagai salah seorang anak rantau yang peduli akan kelangsungan demokrasi di Bona Pasogit Anthon Sihite pun mengimbau masyarakat Humbahas, khususnya yang sudah terdaftar sebagai pemilih proaktif mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT) .

Saat melakukan sosialisasi, Anthon mengakui sudah menyampaikan kepada pendukung dan simpatisan Koko agar setiap keluarga yang nantinya menerima surat panggilan untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) harus teliti. Misalnnya dalam satu keluarga ada 5 orang yang punya hak suara, ternyata undangan disampaikan hanya untuk tiga atau dua orang saja, supaya langsung diklarifikasi .

” Dari pada diam akan lebih baik langsung melapor untuk mendapatkan jawabannya dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Apakah nanti bisa hanya menunjukkan KTP bisa melakukan pencoblosan, dengan pro aktif masyarakat kita harapkan di Pilkada ini tidak ada suara yang hilang,” ujar Anthon Sihite

Anthon mengingatkan, para pemilih yang hilang hak suaranya merupakan kerugian untuk lima tahun ke depan. Sebab hak suara kita tidak bisa diberikan pada pesta demokrasi.

Anthon juga mengharapan pihak KPUD dan Bawaslu bisa cepat merespon laporan laporan masyarakat apa bila nantinya ada pemilik suara yang belum atau surat undangan belum diterima untuk datang ke TPS

Untuk mengantisipasi berbagai kendala para pemilih, Anthon juga mengimbau tim atau simpatisasn FPDHH agar memonitor dan selalu jeli terutama mengenai keadaan surat suara .

” Kalau memang ada surat suara yang rusak atau cacat segera lapor. Itu hak kita, tidak perlu takut. Eforia yang kita bangun untuk Koko dalam beberapa bulan, inilah finishingnya. Ini yang saya kira perlu kita jaga sehingga tidak sia-sia apa yang kita kerjakan apa yang kita bangun,” tegas Anthon Sihite. (J05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2