JAKARTA (Waspada): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2022 terjasi deflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month/mtm) dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,57.
“Secara bulanan, ini deflasi terdalam sejak September 2019, saat itu deflasi 0,27 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono secara virtual, Kamis (2/8) di Jakarta.
Dia mengungkapkan, dari 90 kota yang dipantau terdapat 79 kota mengalami deflasi dan 11 kota mengalami inflasi.
“Dari pantauan tersebut maka terjadi penurunan indeks harga konsumen menjadi 111,57 pada Agustus 2022,” ujar Margo
Menurutnya deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau.
Secara spesifik, komoditas penyumbang utama deflasi bulan ini ditempati oleh komoditas bawang merah, cabai merah, cabai rawit, minyak goreng dan daging ayam ras.
Deflasi terdalam terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,65 persen, dan inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 0,82 persen.
Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2022 sebesar 3,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2022 terhadap Agustus 2021) sebesar 4,69 persen. (J03)