17 Tahun Mengabdi, Mensos Sebut Tagana Sebagai Kekuatan Kearifan Lokal

  • Bagikan
Mensos Tri Rismaharini

JAKARTA (Waspada): Tahun ini, Taruna Siaga Bencana atau disingkat Tagana, genap berusia 17 tahun.
Sebagai kekuatan berbasis masyarakat yang merupakan bentuk kearifan lokal, Tagana terbukti tangguh dan berdedikasi.

“Sebagai produk kearifan lokal, Tagana membuktikan kehadirannya telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dalam penanganan bencana,” ujar Menteri Sosial, Tri Rismaharini dalam keterangan pers pada Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke-17 Bhakti Sosial dan Jambore Nasional di Plaza Pantai Timur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (31/3)

Risma lantas menyontohkan peran pengabdian dan kontribusi Tagana yany sangat membanggakan di sebuah Pulau bernama Simeuleu, pada peristiwa gempa dan tsunami Aceh di 2004 lalu.

Saat itu, korban di daerah itu yang harusnya paling parah, tidak demikian adanya. Ini tidak lepas dari kuatnya peran kearifan lokal termsuk di dalamnya Tagana.

Hadir mendampingi Mensos, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Pepen Nazaruddin, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnana, dan Sekretaris Dirjen Linjamsos Robben Rico. Hadir pula Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Dalam kunjungan ke kawasan bencana, Mensos mendengar laporan bahwa, Tagana dari daerah lain biasa tergerak membantu rekannya yang tengah bertugas di lokasi bencana. Mereka tanpa dipanggil sudah dengan inisiatif sendiri ikut membantu.

“Jadi Tagana dari daerah sekitar biasa datang dan ikut membantu. Mereka bekerja tidak kenal lelah. Dari pagi sampai malam, ” katanya.

Dalam melaksanakan tugasnya, Tagana bekerja bersama dengan unsur-unsur masyarakat lainnya termasuk dengan pilar-pilar sosial Kementerian Sosial.

Kegiatan puncak peringatan hari ulang tahun Tagana ke 17 tahun dihadiri 582 orang dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Dalam kegiatan ini, dilaksanakan sejumlah kegiatan yakni Tagana Menjaga Alam. Kegiatan ini merupakan gerakan penanaman pohon mangrove dan tanaman keras lainnya sebanyak 2,7 Juta Pohon sebagai upaya pencegahan bencana di seluruh indonesia.(J02)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.