1 Tahun Partai Ummat: Semakin Mantap Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan

  • Bagikan

JAKARTA (Waspada): Partai Ummat semakin mantap dalam perjuangan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan setelah genap berumur satu tahun pada Senin 17 Ramadhan 1443 Hijriah atau Senin 18 April 2022.

Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi mengatakan Partai Ummat telah mampu memantapkan konsilidasi internal selama satu tahun ini dengan terbentuknya DPW di 34 provinsi dan mulai menggeliatnya kerja politik menjelang Pemilu 2024.

“Namun tidak cuma itu. Kerja politik memang harus kita lakukan karena itulah fungsi partai politik. Tapi yang lebih penting bagi Partai Ummat setelah berumur satu tahun adalah semakin mantapnya langkah kader di seluruh tanah air dalam melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,“ kata Ridho Rahmadi, Minggu (17/4).

Ridho menambahkan kehadiran Partai Ummat di tengah masyarakat dalam satu tahun terakhir ini disambut sangat baik oleh karena masyarakat berharap ada partai politik yang bisa menyuarakan aspirasi mereka di tengah semakin mencolok dan meluasnya ketidakadilan dalam bidang hukum, ekonomi, dan politik.

“Partai Ummat tidak hanya menjadi katalisator atau penyambung lidah bagi kaum yang terzalimi selama ini, yang mendapatkan ketidakadilan khususnya dalam bidang hukum, tetapi juga Partai Ummat telah menjadi alat perjuangan itu sendiri dalam melawan kezaliman dan menegakkan keadilan,“ jelas Ridho.

Ridho mengatakan kader Partai Ummat adalah salah satu kader terbaik bangsa yang mencintai negeri ini dengan sepenuh hati, itu sebabnya segala bentuk ketidakadilan dan kezaliman yang sangat potensial meruntuhkan bangsa pasti dilawan.

“Partai Ummat merawat bangsa ini dengan selalu mengingatkan kita semua agar selalu berlaku adil kepada siapa pun karena keadilan adalah hal yang sangat mendasar dalam diri manusia. Tanpa keadilan, mustahil akan tercipta masyarakat yang damai,“ sebut Ridho.

Ridho mengatakan ajaran tentang keadilan ini terdapat dalam semua agama.

“Namun khususnya dalam Islam, kita diajarkan agar berlaku adil tanpa syarat, bahkan kepada orang yang tidak kita sukai. Keadilan ini sangat mendasar dan tidak bisa ditawar lagi,“ lanjut Ridho.

Komitmen pada perjuangan melawan kezaliman dan menegakkan keadilan dalam milad kesatu Partai Ummat ini ditandai dengan deklarasi pendirian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kabah Ummat yang ditujukan untuk membantu masyarakat dalam mencari keadilan.

LBH Kabah Ummat akan berdiri di seluruh provinsi dan kabupaten seluruh tanah air yang ditujukan untuk memberi bantuan hukum kepada masyaraat yang membutuhkan.

“Kita berharap dengan hadirnya LBH Kabah Ummat, keadilan semakin dekat dengan masyarakat,“ sambung Ridho.

Peringatan milad satu tahun Partai Ummat diadakan pada sore hari Ahad, 17 April dengan tausiyah politik Ketua Majelis Syuro Prof Dr Amien Rais yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama di kantor sekretariat Partai Ummat Jalan Tebet Timur Dalam No 63 Tebet, Jakarta Selatan. Kader Partai Ummat di seluruh tanah air bisa mengikuti acara lewat Zoom dan Youtube.

Milad ini dimeriahkan sejumlah kegiatan di antaranya Lomba Azan dan Pemilihan Dai Cilik (Pildacil) berhadiah umroh dan tour ke Turki.

Di samping itu selama Ramadhan ini kader Partai Ummat di banyak titik di tanah air membagikan ta’jil menjelang buka puasa bagi warga sekitar.

Mengunjungi Puri Pemecutan Bali

Dalam lawatan ke Bali, NTB dan NTT beberapa waktu lalu untuk pelantikan pengurus DPW di provinsi tersebut, Partai Ummat berkesempatan mengunjungi Puri Pemecutan di Denpasar, Bali.

Puri (Istana) Pemecutan adalah salah satu puri paling dihormati dan paling terkenal di Bali karena kepahlawanannya melawan penjajah Belanda lewat Perang Puputan yang memakan korban baik dari pihak Pemecutan maupun Belanda.

Partai Ummat menyampaikan dua hal dalam pertemuan ini. Pertama, Partai Ummat mengucapkan terima kasih kepada Puri Pemecutan yang telah menjadi jangkar budaya dan menjadi pengayom umat Islam di Bali selama ini.

Kedua, Partai Ummat mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Ida Cokorda Pemecutan XI atau Anak Agung Ngurah Manik yang melakukan upacara ngaben pada Januari lalu.

Dalam pertemuan tersebut Partai Ummat diterima oleh calon pengganti Raja Pemecutan yang baru saja meninggal yaitu putra keduanya, Anak Agung Ngurah Damar Negara.

Damar Negara menyambut baik kunjungan dan kehadiran Partai Ummat di Bali.

“Kita tidak bisa membangun bangsa besar ini sendirian. Kita harus melibatkan semua anak bangsa untuk ikut bersama-sama dalam pembangunan. Perbedaan budaya dan agama bukanlah hambatan,” pungkas Ridho Rahmadi.

Ketua DPW Papua Barat Beragama Kristen

Sebelum pelantikan DPW Bali, NTB dan NTT beberapa waktu lalu, Partai Ummat juga melantik DPW Papua Barat yang sebagian besar non-Muslim.

DPW Papua Barat Partai Ummat diketuai oleh Jemmy Y Morin yang beragama Kristen, sekretaris Yunus Tekad K Ruslak Hammar yang beragama Katolik, dan bendahara Herni Daud Wondoi yang beragama Kristen.

Partai Ummat, kata Ridho, adalah partai yang inklusif yang menerima keanggotaan dari semua warga negara Indonesia dari semua latar belakang etnis dan agama yang berbeda yang ada di Indonesia.

Karenanya dia mengundang seluruh anak bangsa yang memiliki visi dan misi sama untuk bergabung dengan Partai Ummat dalam perjuangan memperbaiki Indonesa ke depan dan mencipatakan keadilan dalam semua bidang.

“Islam ini sangat indah karena dia hadir untuk seluruh alam. Partai Ummat berazaskan Islam rahmatan lil ‘alamin. Jadi jangankan dengan sesama manusia yang berbeda agama, kepada alam pun kita harus menjadi rahmat dan pembawa kebaikan bagi mereka,“ tutup Ridho. (cdk)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.