Nias Selatan (Nisel) akan maju, Pendidikan Mesti Prioritas

Medan (WASPADA). Ini diungkapkan oleh Idealisman Dachi, bakal calon (balon) kepala daerah (KDh) Pilkada 2020 di Nisel kepada wartawan, Senin (2/12). Idealisman mengungkapkan ia memiliki visi untuk terlebih dulu membentuk sumber daya manusia (SDM) di Nisel.

Nias Selatan (Nisel) akan maju, Pendidikan Mesti Prioritas
Idealisman Dachi, bakal calon (balon) kepala daerah (KDh) Pilkada 2020 . selepas mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Perindo Sumut.

Caranya dengan  memfasilitasi masyarakat Nisel mendapat pendidikan yang memadai. 
Idealisman yang pernah menjabat Bupati Nisel periode 2010-2015 ini 
melanjutkan, pendidikan perlu karena akan berkaitan erat dengan 
memudahkan membangun di bidang lainnya.


"Negara harus hadir dan melindungi rakyatnya. Pendidikan gratis 
mulai dari TK hingga perguruan tinggi akan jadi prioritas. Ini untuk 
membuat Nisel bisa lebih berkembang kedepannya," ujar Idealisman 
selepas mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Perindo Sumut. 
Idealisman menambahkan untuk membangun Nisel tentunya butuh 
waktu.

Karena itu selain pendidikan, bidang kesehatan juga jadi salah 
satu fokusnya. Lanjut Idealisman, pada Pilkada 2020, ia yakin 
masyarakat akan lebih melihat rekam jejak dari calon yang 
bertarung. 
"Kita ingin generasi yang cerdas. Kalau pendidikan masyarakat di 
Nias Selatan sudah meningkat, tentunya akan berpengaruh dengan 
yang lainnya. Pariwisata misalnya.

Masyarakat akan lebih mengerti bagaimana menanggapi para wisawatan dari luar daerah maupun luar 
negeri," ujar Idealisman didampingi Ketua DPW Perindo Sumut Rudi 
Zulham Hasibuan dan Sekwil Perindo Sumut Donna Siagian. 
"Saya merasa masyarakat di Nisel menginginkan saya maju lagi. 
Meski begitu saya harus bisa merebut hati rakyat," tandasnya. 

Sementara balon lainnya Sokhizaro Laia mengungkapkan dibutuhkan 
kerja keras untuk membangun Nisel. Dia berpendapat terlebih dulu 
membenahi ibu kota Nisel. Karena menurutnya saat ini ibu kota Nisel 
begitu semraut.


Tak hanya itu, Laia mengungkapkan akan mempergunakan tenaga 
ahli untuk mengkaji potensi yang ada di 35 kecamatan di Nisel. "Hasil 
kajian itulah nanti akan kita laporkan ke pemerinta provinsi hingga 
pusat. Dengan begitu akan membangun daerah sesuai dengan 
sasarannya," sebutnya. 


Perihal pendidikan, Laia melanjutkan akan menggandeng universitas 
negeri untuk memberi pelatihan kepada honorer. Diharapkan 
pelatihan itu akan meningkatkan kemampuan honorer untuk 
memberi pengajaran kepada siswa.


"Kita ingin menciptakan ikonik. Pasar tradisional, terminal dan 
sekolah akan kita tata. Kita cari tempatnya yang baru. Rumah di sana 
akan kita perbaiki, dengan sentuhan unsur khas Nisel. Ini yang akan 
menarik perhatian wisatawan dan dengan sendirinya meningkatkan 
pariwisata," bebernya. (m44)