Murah Hati

Katakanlah hai (Muhammad). Seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena kamu takut membelanjakannya.Dan manusia itu sangat kikir (QS. Al-Isra’[17]:100).

Murah Hati

MURAH HATI  alias dermawan adalah sifat mukmin yang paling terpuji. Mereka tidak pernah takut miskin, sebab mereka percaya rezki itu  pemberian Allah yang harus dibagi-bagikan dalam bentuk zakat, infaq dan sedekah.

Lawan murah hati adalah kikir (bakhil), sebuah sifat yang sangat tercela. Dalam hadits disebutkan; Orang yang murah hati dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dan dekat  dengan surga dan jauh dari  nereka. Sebaliknya orang yang kikir jauh dengan Allah, jauh dengan manusia  dan dekat dengan neraka. Demikian hadits riwayat Imam Tarmizi.

Rasululllah SAW adalah yang paling murah hati di antara makhluk Allah di muka bumi ini.Kemurahan hati Rasulullah ibarat angin yang berhembus.Para peminta (sailin) tercengang, belum mereka meminta sudah diberikan.

Pernah datang seorang Badwi (Penduduk  Kampung ) ingin meminta seekor domba kepada Rasulullah SAW, belum dia minta Rasulullah  sudah memerintahkan sahabatnya  Zaid bin Haritsah unuk memilih lima ekor domba untuk Arab dusun tersebut. (Kitab Dakwah Bilhal. Syeikh Alqahthani).

Para sahabat-sahabat kaya juga terkenal bermurah hati seperti Abubakar Shiddiq, Umar bin Khattab,   Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib (meski miskin) juga seorang pemurah hati.

 Abdurrahman bin Auf,  Khadijah, adalah orang-orang yang dapat pujian dari Allah SWT karena kedermawan mereka. Mereka membelanjakannya hartaya di jalan Allah dalam kesenangan dan dalam penderitaan.

Mengenai mereka yang tidak kikir Allah berfirman: Orang-orang yang menafkahkan hartanya  di malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.

Tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati (QS.Albaqarah[2] : 274). Rasulullah SAW tidak pernah menolak orang yang meminta. Beliau tetap memberikan walau tidak tersisa  untuk beliau.

Dalam hadits beliau bersabda:  Wahai anak Adam ! Sesungguhnya apbila kamu ingin berbagi rezeki, maka hal itu lebih baik bagimu. Namun, jika kamu menahannya, maka hal itu sangat buruk bagimu.

Janganlah kamu mencemoohkan orang yang suka meminta-minta. Mulailah memberi kepada orang yang harus kami  memberi nafkah. Tangan yang di atas lebih baik dari yang di bawah. (Hr: Muslim).

Dalam kitab Khuluqul Muslim, Syeikh Muhammad Al-Ghazali menulis; Islam agama yang menerpkan prinsip kedermawanan dan sangat mengecam kekikiran. Rasulullah adalah teladan yang baik bagi orang yang ingin beramal shaleh lewat sedekah.

Jika  beliau telah memberi sesuatu kepada seseorang, beliau memberi dengan ikhlas dan tak pernah mengingat-ingat lagi. Beliau mencari ridha Allah bukan rida manusia. ***  Tgk. H. Ameer Hamzah ***