Menjaga Perasaan

Dari Mughirah Ibnu Syu’bah, Rasulullah SAW bersabda: Jangan mencaci orang yang sudah mati, karena perbuatan itu akan menyakiti hati yang masih hidup dari kerabat-kerabatnya (HR: Imam Tarmidzi).

Menjaga Perasaan

 

 

PERASAAN adalah sifat yang dimiliki oleh setiap manusia.Ada dua perasaan dalam diri manusia. Pertama tersanjung sehingga merasa  menyenangkan atau membahagian bagi seseorang.

Manusia memang senang dan bahagia bila mendapat pujian, sanjungan dan kemulian.Kedua; Sebaliknya manusia merasa tersinggung perasaannya apabila diungkapkan keburukan dan keayibannya. Rasulullah menganjurkan umat Islam untuk menjaga perasaan orang lain, meski seorang kafir zimmi. Tidak boleh menyakiti hati mereka.

Seseorang pernah menghina Abu Jahal  (Amru bin Hisyam) yang sudah  mati di depan putranya Ikrimah yang sudah masuk Islam. Rasulullah  SAWlangsung menegur orang tersebut untuk menghentikan cemoohan terhadap Abu Jahal.

Hal tersebut untuk menjaga perasaan Ikrimah putra Abu Jahal. Kali yang lain; Ada yang mencaci maki Abdullah bin Ubay bin Salul, tokoh munafik Madinah. Juga Rasulullah melarang orang tersebut, karena takut tersinggungperasaan  putra yang sudah beriman  Abdullah bin Abdullah. (nama anak dan bapaknya sama).

Suatu hari  Umar bin Abdul Aziz berpidato di masjid Damascus. Beliau menyebutkan beberapa kali tentang orang buta di dunia yang juga tetap buta di akhirat bila tidak beriman.

Tetapi bila ia beriman, hari akhirat nanti kembali dapat melihat. Ketika beliau menyebut-nyebut orang buta, ada seorang buta yang menangis. Umar bin Abdul Aziz merasa berdosa, dan minta maaf kepada yang tunanetra tersebut. “Maafkan aku bila telah mengganggu perasaanmu?”. Orang tersebut menjawab:

”Wahai Amirul Mukminin, aku menangis bukan tersinggung perasaan denganmu.Tetapi aku takut dibangkitkan nanti dalam kedaan buta. Aku sudah rela di dunia tak dapat melihat keindahan dunia, tetapi aku tidak rela kalau di akhirat akau dalam kedaan buta juga.

Aku ingin melihat wajah Allah dalam surga kelak.Aku ingin melihat wajah kekasihku Rasulullah SAW.Aku ingin melihat mereka semua, para ambiya, para aulia dan ibu-bapaku”.

Lalu Umar bin Abdul Aziz merasa senang dengan orang buta tersebut. Dia memerintahkan bendahara Baitul Mal untuk membantu orang tersebut karna baik agamanya.

Menjaga perasaan saudara muslim adalah sifat yang mulia, akhlak yang sempurna. Siapa yang mampu menjaganya akan mendapat pahala dari Allah SWT. Sebaliknya orang yang selalu menyakiti perasaan orang lain akan mendapat dosa juga.

Rasulullah pernah melihat Asma binti Abubakar sangat lelah mengawal untanya, tetapi Rasulullah tidak mau membantu dan dekat dengan kakak iparnya, karena Rasulullah menjaga perasaan  Zubair bin Awwam yang terkenal pencemburu.

Asma juga merasa senang tidak diajak Rasulullah berbicara karena Asma juga menjaga perasaan suaminya itu. Wallahu a’lamu bishshawab! *** Tgk. H. Ameer Hamzah ***