Mencari Berkah dan Peluang Usaha dengan Berkebun Kurma dan Aren

MEDAN(Waspada): Banyak yang mengatakan, budidaya kurma merupakan satu peluang usaha yang memliki prospek yang sangat bagus. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya para pekebun kurma tropis di negara Thailand. Kabar tersebut menjadi perhatian besar para pekebun di Indonesia.

Mencari Berkah dan Peluang Usaha dengan Berkebun Kurma dan Aren
Direktur Utama Aren Kurma Agrovillage Indonesia, Bayu Prahara, ST bersama salah seorang pengunjung saat meninjau kawasan kebun aren kurma yang dikelola Agrovillage Indonesia.

Sebagai tanaman baru di Indonesia buah kurma tropis mampu tumbuh cukup baik dan dapat berbuah di daerah yang beriklim tropis, seperti di Indonesia. Keunikan dari buah kurma tropis, ialah postur batang yang pendek, tinggi pohonnya rata-rata 1-2 meter. Daya tarik lainnya, beberapa jenis pohon kurma tropis mampu belajar berbuah pada usia 3-4 tahun. Demikian disampaikan Manajer Marketing Sumut Agrovillage, Abdul Sehat di ruang kerjanya di Perumahan Landmark Pasar I Setia Budi Medan, Senin (11/11).

Abdul Sehat didampingi Manajer Humas, Susanto Maulana mengatakan, budidaya kurma tropis di Indonesia mulai diminati sejak sekitar satu dekade terakhir. Beberapa pemilik kebun kurma di Indonesia seperti di Pasuruan, Jawa Timur, Riau dan Aceh sudah mulai menikmati manisnya laba dari tandan buah kurma yang mereka tanam, dengan keuntungan bisa mencapai ratusan juta setiap tahunnya.

Menurut Abdul Sehat satu pohon kurma bisa menghasilkan 10 tanda kurma pada panen pertama, dengan rata-rata berat per tandan mencapai 2 kilogram. “Jadi satu pohon kita bisa mendapat penghasilan 35 juta per tahun,” sebut Abdul Sehat.

“Sementara keuntungan lainnya, pohon kurma ini mampu hidup sampai 100 tahun dan dapat berbuah sepanjang tahun,” ujarnya.

Abdul Sehat menilai tanah di Indonesia sangat cocok untuk tanaman kurma. Apalagi kondisi tanah kita yang mengandung unsur hara yang tinggi dan banyak terdapat sumber air.

Sedangkan Susanto Maulana yang juga pegiat lingkungan ini menyampaikan, menanam kurma harus dilandasi dengan motivasi keimanan yang baik, jadi bukan hanya bisnis semata. “Kalau menanam kurma niatnya untuk mencari berkah dan ingin membangun perekonomian umat, Insya Allah akan berhasil” katanya.

“Karena dalam hadist dikatakan akan dijamin tidak akan kelaparan jika di suatu keluarga ada yang menanam pohon kurma,” sambungnya.

Sebagai upaya memberikan peluang sekaligus memudahkan masyarakat memiliki kebun kurma, dalam waktu dekat Sumut Agro Village membuka kawasan kebun kurma, aren dan pinang di Desa Lubuk Kasih, Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat.

Menurut Susanto, kawasan ini akan dirancang sebagai kawasan agro wisata kurma dan aren. Untuk tahap awal kebun kurma dan aren ini akan dibuka sebanyak 31 kapling dari total 151 kapling yang direncanakan, dengan luas 200 m2 per kaplingnya.

Selain kurma,  kawasan ini juga akan ditanami aren dan pinang.  Tanaman aren saat ini menjadi salah satu komoditas yg dikembangkan Sumut Agrovillage dilatarbelakangi impor gula oleh pemerintah kita 4 juta ton lebih setiap tahunnya, sehingga menjadi peluang bagi kita untuk mengembangkan potensi pasar gula aren di Sumatera Utara.

Untuk lebih mengenal peluang  serta potensi berkebun kurma dan aren bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, Sumut Agrovillage akan menggelar seminar gratis pada hari Sabtu 16 November 2019, jam 13.30 WIB di Restoran Garuda jalan H. Adam Malik Medan, yang akan menghadirkan 2 orang narasumber 
yaitu, Direktur Utama Aren Kurma Agrovillage Indonesia, Bayu Prahara, ST dan Dewan Pakar Asosiasi Aren Indonesia Pusat, M. Isnaini.

Dikarenakan tempat yang terbatas,  kami mohon untuk dapat mengkonfirmasi kehadiran dengan menghubungi Susanto Maulana di No.HP/WA 085276914349.