Menantu Keroyok Mertua, Dituntut 2 Bulan Penjara

SEIRAMPAH (Waspada):  Kisruh kasus Menantu  yang dibantu orang tuanya melakukan pengeroyokan terhadap Ibu mertua dan bapak mertua, berujung ke Pengadilan Negeri Serdang Bedagai (Sergai) dan akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lusiana br Siregar menuntut  sang menantu HP, 31,dan ibunya  PM, 54, keduanya warga komplek Maryland Lubuk Pakam selama 2 bulan penjara potong masa  tahanan, pembacaan tuntutan teesebut, Senin (1/10) siang di PN Sergai.

Menantu Keroyok Mertua, Dituntut 2 Bulan Penjara
Tersangka pengeroyokan HP,31, dan ibunya PM,54, saat menjalani sidang do PN Sergai, Selasa (1/10) di Sei Rampah. (Waspada/Ist).

Ketua Majelis Hakim PN Sergai, Rio Barten Pasaribu SH. MH didampingi Hakim Anggota Agung Cory FD Laia. SH. MH dan Febriani SH menunda sidang hingga sampai, Kamis (3/10) mendatang.

Menurut Jaksa Lusiana, pada hari Jum'at, 21 Desember 2018   ketika Jefri ,67, dan Chau Goek Un ,62, selaku ayah dan ibu Mertua HP, datang kerumah anaknya yakni  Apotik Happy di jalan Cempaka Perbaungan, melihat rumah anaknya dikunci, sesuai pesan anaknya (Johan Wijaya)  yang masih berada di Medan untuk membuka rumahnya, sebab telepon selulernya tertinggal didalam rumah sewaktu Johan pergi.

Karena tak membawa kunci, bapak mertua HP memanggil anaknya Suhadi Wijaya, 37,warga jalan Kabupaten - Perbaungan, untuk memanggil tukang kunci, tak terima rumahnya dibuka paksa, sang menanru  HP sempat bertengkar dengan kedua mertuanya dan Abang iparnya, akhirnya pertikaian terjadi HP dibantu ibu kandungnya PM dituding melakukan pengeroyokan kepada kedua mertuanya yang sudah tua itu, sementara abang iparnya saat kejadian turun ke ruangan bawah.

Akibat peristiwa  ini, Mertua HP mebuat Laporan ke Polsek Perbaungan, sebaliknya  PM (mertua Johan Wijaya)  juga membuat LP dengan kasus yang sama yakni pengeroyokan.

Kasus saling mengadu tersebut  terus bergulir karena kedua belah pihak saling bersikukuh dan berdasarkan fakta bahwa lahan Apotik Happy di Perbaungan, tercatat atas nama Jefri (orangtua dari Johan Wijaya)  beralamar di  Jalan Bugis Medan.

JPU Lusiana br Siregar juga  menjelaskan dalam tuntutannya bahwa, perbuatan HP dan ibunya  PM (kasus terpisah), terbukti bersalah dan berdasarkan bukti yang cukup dan keterangan saksi untuk ini HP dan Ibunya PM dituntut hukuman 2 bulan penjara, untuk mendengarkan pledoi dari Pengacara Tersangka, Hakim Ketua Rio Barten Pasaribu menunda sidang pada   hari Kamis (3/10) mendatang.(c03/B)