Menag: Wukuf Cara Manusia Mengenali Jati Diri

MAKKAH (Waspada): Wukuf adalah cara kita mengenal jati diri. Dengan mengenal jati diri maka manusia akan mengenal siapa penciptanya.

Menag: Wukuf Cara Manusia Mengenali Jati Diri
Menag Lukman Hakim Saifuddin saat memberikan ceramah wukuf di Arafah, Sabtu (10/8) atau 9 Dzulhijjah 1440H.(foto: Bahaudin Basso/MCH2019)

"Dengan mengenal jati diri, maka secara langsung atau tak langsung kita akan mengenali Tuhan kita,"kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin dalam pidato pada puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, Arab Saudi, Sabtu (9/8) atau 9 Dzulhijjah 1440H. 

Menag yang juga bertindak sebagai amirul hujjaj 2019, mendoakan agar seluruh jamaah haji mendapat kemabruran. Indikasi haji mabrur seperti dikatakan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabatnya, adalah orang yang memberi makan kepada sesama dan selalu menebarkan perdamaian. 

Memberi makan kepada sesama adalah simbol dari keinginan memenuhi kebutuhan pokok sesama. Kebutuhan pokok itu bukan sekedar makanan atau kebutuhan biologis lainnya, tapi juga kekebutuhan sosial dan spiritual. Mabrur juga disimbolkan lewat rasa yang besar pada keinginan menebar kedamaian diantara sesama makhluk Tuhan. 

"Tapi mabrur atau tidak, kembali kepada masing-masing manusianya. Maka saya berharap agar wukuf di Arafah sebagai satu momen penting dalam kehidupan manusia, mampu mewujudkan eksistensi manusia sebagai penebar kedamaian," kata Lukman. 

Ceramah wukuf Menag dilakukan sebelum Shalat Dhuhur atau sebelum puncak wukuf. Wukuf dimulai dengan shalat duhur dan kemudian ashar yang di jama qoshor. 

Sebelumnya duta besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel juga menyampaikan veramah wukuf dengan tema Islam sebagai agama universal. Islam adalah ajaran penuh kedamaian, yang harus dimaknai dan diamalkan dengan penuh kedamaian juga. 

"Tentang Islam sebagai agama universal, milik seluruh ummat manusia, telah dikumandangkan Nabi Muhammad sejak 1.430 tahun lalu.

Jamaah haji Indonesia melaksanakan wukuf di tenda-tenda Arafah. Sedikitnya 1.825 tenda Indonesia di Arafah tergabung dalam 73 maktab. (dianw).