Mega Harap  Para  Arkeolog Dan Sejarawan  Tertantang Teliti Perkembangan Sejarah Indonesia 

Mega Harap  Para  Arkeolog Dan Sejarawan  Tertantang Teliti Perkembangan Sejarah Indonesia 

Mega Harap  Para  Arkeolog Dan Sejarawan  Tertantang Teliti Perkembangan Sejarah Indonesia 
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan dalam FGD bertajuk "Kajian Nusantara dan Jalur Rempah" di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (2/12) ( Waspada/Ist)

JAKARTA (Waspada): Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku usai berkunjung ke sejumlah negara dan berdialog dengan para pimpinan negara, dirinya semakin ingin mengetahui perjalanan bangsa Indonesia sejak masih berbentuk kerajaan di Nusantara.
 
Terinspirasi kemampuan negara lain mendokumentasikan akar sejarahnya, Mega meminta para arkeolog dan sejarawan untuk tertantang meneliti perkembangan sejarah bangsa Indonesia.


Hal ini disampaikan Megawati saat membuka  Focus Group Discussion (FGD) PDIP bertajuk "Kajian Nusantara dan Jalur Rempah" di Kantor DPP PDIP, Jl. Diponegoro No.58, Jakarta, Senin (2/12).  yang dihadiri sejumlah arkeolog dan sejarawan 


Mega juga mengukapkan, ketika menjabat Presiden RI, dirinya  meminta kepada Pemerintah Belanda agar benda-benda bersejarah dikembalikan ke Indonesia.

"Saya punya mimpi kita bisa menjaga flora dan fauna yang tidak ada di dunia barat. Kita harus mendata potensi kekayaan hayati dan budaya di seluruh Nusantara," imbuh Megawati.

Selain itu, Megawati menyampaikan bagaimana kuliner Indonesia yang sangat luar biasa dan  buku " Mustika Rasa yang disusun Bung Karno  Tahun 1967 menggambarkan kekayaan kuliner Nusantara.

 Megawati berharap generasi muda Indonesia mengerti sejarah bangsa sejak jaman kerajaan di Nusantara. 

Sebelum FGD dimulai, kepada peserta, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menampilkan sejumlah video kiprah pergerakan partai berlambang baneng moncong putih itu.

Diapun menceritakan instruksi DPP PDIP kepada para kepala daerah melestarikan cagar budaya.

"DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada kepala daerah dan wakil kepala daerah  dari kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia untuk lebih memperhatikan pelestarian cagar budaya di daerah masing-masing," papar Hasto.

Hasto menuturkan, PDIP menginginkan amandemen Konstitusi secara terbatas mengenai haluan negara agar terwujud haluan negara yang berakar kuat dari sejarah peradaban bangsa Indonesia. 

“Sejarah peradaban Nusantara mencapai kejayaan pada abad 7 hingga di abad 15, lengkap dengan seluruh nilai filsafatnya, harus menjadi akar atau pijakan konsepsi haluan negara. Bung Karno juga menggali Pancasila dari bumi Indonesia artinya dengan seluruh sejarah peradaban bangsanya,” jelas Hasto.

Peserta FGD, Supratikno Rahardjo (Dosen Universitas Indonesia/Bidang Kegiatan Ilmiah Ikatan Ahli Arkeologi Nasional) mengatakan keanekaragaman sumber daya alam Nusantara menciptakan keanekeragaman budaya yang harus terus dipelihara. 

Hadir menjadi peserta FGD antara lain: Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan, yang merupakan Ketua Umum Ikatan Ahli Arkeologi Nasional bersama jajarannya, Asvi Warman Adam (Profesor Riset bidang Sejarah Politik LIPI), Bondan Kanumayoso (Lektor Universitas Indonesia), Daniel Dhakidae (Peneliti senior Prisma) dan Bonnie Triyana (Sejarawan). (Irw)