Waspada
Waspada » YOAM Salurkan Bingkisan Kepada Penderita Kanker 
Medan

YOAM Salurkan Bingkisan Kepada Penderita Kanker 

KECERIAAN anak bersama Yoam di Hari Kanker Anak Internasional. Yoam salurkan bantuan kepada para penderita kanker. Waspada/Ist
KECERIAAN anak bersama Yoam di Hari Kanker Anak Internasional. Yoam salurkan bantuan kepada para penderita kanker. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Anak penderita kanker mendapatkan perhatian khusus dari Yayasan Onkologi Anak Medan (YOAM) Senin (15/2).

Mereka mendapatkan bingkisan hadiah dan hiburan dengan menonton atraksi badut yang sengaja didatangkan untuk memeriahkan acara Hari Kanker Anak Internasional.

Pendiri Yoam, Hj Halimah Hutagalung, Prof dr Bidasari Lubis, Sp A (K), Ir Wahyu Setiyowati bersama Ketua Atika Rahmi, S Psi, M Psi dan Sekretaris, Marina Dewi, SE, turut hadir dalam kegiatan digelar sederhana dengan mengikuti protokol kesehatan.

“Ini kan masih Pandemi Covid-19, jadi acara digelar sangat sederhana. Intinya, kami ingin berbagi pada anak penderita kanker dan berharap mereka dan orang tuanya termotivasi dan tetap merasa perhatian ini, mendukung mereka bisa sembuh,” kata Atika.

Bersama para pendamping,Atika menyebutkan, anak penderita kanker butuh perhatian khusus. Pihaknya berupaya untuk bersinergi dengan relawan-relawan agar dukungan kepada anak penderita kanker lebih optimal.

“Di rumah sakit, mereka mendapat pengobatan dan perawatan medis, tapi bersama Yoam, mereka juga mendapatkan motivasi dan semangat baru dalam beraktivitas. Selayaknya memang harus seimbang antara pengobatan dan dukungan agar sembuh,” kata Pendiri Yoam, Hj Halimah Hutagalung.

Kata dia, jika membaca media, berdasarkan data dari Union for International Cancer Control (UICC), jumlah anak yang menderita kanker bertambah sekitar 176.000 orang setiap tahunnya. Mayoritas anak yang menderita kanker berasal dari negara berpenghasilan rendah hingga menengah.

Di Indonesia, setiap tahun terdapat sekitar 11.000 anak yang baru terdiagnosis kanker. Kasus kanker pada anak-anak di Indonesia sebetulnya cukup jarang, tapi penyakit ini merupakan salah satu penyebab utama kematian 90.000 anak setiap tahunnya.

“Jadi, Yoam juga bisa menguatkan anak-anak penderita bahwa mereka tidak sendiri, tapi harus ada upaya untuk sembuh. Antaranya, dengan berobat dan motivasi,” ungkapnya. (m22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2