Waspada
Waspada » Yayasan Mentari Meraki Asa Gelar Kegiatan Sambut Hari TBC Sedunia
Medan

Yayasan Mentari Meraki Asa Gelar Kegiatan Sambut Hari TBC Sedunia

PENGURUS Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Deli Serdang tampak memberikan paket sembako kepada warga lanjut usia sambut Hari TBC Sedunia di Balai Dusun V Gang Rukun Jl Lintas Sultan Serdang, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (8/4). Waspada/Ist
PENGURUS Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Deli Serdang tampak memberikan paket sembako kepada warga lanjut usia sambut Hari TBC Sedunia di Balai Dusun V Gang Rukun Jl Lintas Sultan Serdang, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (8/4). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Yayasan Mentari Meraki Asa (YMMA) Deli Serdang bersama dengan PD Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang menggelar berbagai kegiatan menyambut peringatan Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia.

Peringatan itu digelar dengan melakukan penyuluhan dan screening penyakit TBC untuk para lansia sekaligus pemberian paket sembako kepada warga lanjut usia dan penderita TBC Kamis (8/4) di Balai Dusun V Gang Rukun Jl Lintas Sultan Serdang, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang.

Melalui keterangan persnya pada Jumat (9/4), Kepala Desa Dalu X A, Sugianto mengapresiasi kegiatan sosial apalagi berhubungan dengan kesehatan.

“Kita saat ini masih dalam masa pandemi Covid 19 yang belum berakhir, sedangkan penyakit TBC sudah lama ada sampai saat ini juga belum bisa kita tuntaskan, ” kata Sugianto.

Dengan adanya peran dari Yayasan Metari Meraki Asa dan Aisyiyah, yang merupakan penggerak dan berperan aktif dalam penaggulangan TBC di Deli Serdang, diharapkan banyak membantu masyarakat untuk dapat mendampingi masyarakat dalam pengobatan TBC.

Penyakit Menular

Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Deli Serdang, Yenny Dermawan mengatakan, penyakit TBC adalah penyakit menular yang dapat menyerang manusia melalui kuman di udara yang menyerang paru-paru.

“Penyakit TBC ini berakibat kematian pada manusia, karena satu orang yang menderita TBC dapat menularkan 10 sampai 15 orang yang sehat dan saat ini penyebab TBC bukan saja menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang anggota tubuh yang lainya,” cetusnya.

Menurut Yenny, saat ini di dunia angka kesakitan TBC, Indonesia memiliki peringkat ke-2 terbanyak di dunia.

Rata-rata penderita TBC merupakan warga yang berekonomi lemah. Oleh karena itu, pihak pemerintah harus ikut serta untuk memutuskan mata rantai penyebaran penyakit TBC.

“Bertepatan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 24 April 2021 adalah peringatan hari TBC dunia, untuk menjadi kesadaran bagi kita semua bahwa penyakit TBC harus dapat kita eliminasi di Indonesia dan banyak program untuk dapat mengeliminasi TBC,” katanya.

Salah satunya memutus mata rantai penularan terhadap lansia, karena lansia adalah termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit.

Lebih lanjut Yenny bilang, peran Pemerintah Kabupaten Deli Serdang harus lebih ditingkatkan lagi andilnya untuk ikut serta dalam mengantisipasi penyebaran penyakit TBC.

Taufik Hidayat Ketua YMMA Deli Serdang menyampaikan dalam penyuluhannya menyampaikan bahwa memutus matarantai penularan TBC kader TB dan masyarakat agar aktif dalam melakukan screening TBC pertama kepada kontak erat dan kontak serumah dengan pasien TBC.

Alasannya, karena orang-orang yang dekat dengan pasien TBC sangat memungkinkan untuk tertular.

Kedua screening TBC kepada para lansia dan memiliki penyakit Diabetes Melintus (DM) dan  Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), karena orang ini termasuk memiliki imun tubuh yang sudah lemah dan termasuk yang sangat mudah untuk tertular penyakit TBC.

Melalui kegiatan peringatan Hari TBC ini, mereka melakukan penyuluhan dan sekaligus menscreening para lansia. Dari hasil screening ini,  didapat ada 5 orang yang dirujuk untuk diperiksa ke puskesmas.

“Dengan memperingati hari TBC sedunia ini tujuannya guna mengevaluasi sejauh mana peranan kita semua dalam mengeliminasi penyakit TBC. Karena, setiap detik sangat berharga, mari kita selamatkan bangsa Indonesia dari tuberkolusis,” ujar Taufik Hidayat. (cbud)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2