Wujudkan KLA Dan KRP, Dinas PPAPM Kota Medan Bersama FK Puspa Gelar Rakor

Wujudkan KLA Dan KRP, Dinas PPAPM Kota Medan Bersama FK Puspa Gelar Rakor

  • Bagikan
KABID Perlindungan Hak Perempuan & Perlindungan Khusus Anak, Robert Antonius Napitupulu., A.P,M Si bersama Ketua FK Puspa Kota Medan, Muhammad Jailani bersama peserta kegiatan foto bersama. Wujudkan KLA dan KRP, Dinas PPAPM Kota Medan bersama FK Puspa gelar Rakor. Waspada/Anum Saskia
KABID Perlindungan Hak Perempuan & Perlindungan Khusus Anak, Robert Antonius Napitupulu., A.P,M Si bersama Ketua FK Puspa Kota Medan, Muhammad Jailani bersama peserta kegiatan foto bersama. Wujudkan KLA dan KRP, Dinas PPAPM Kota Medan bersama FK Puspa gelar Rakor. Waspada/Anum Saskia

MEDAN (Waspada): Dinas Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan (PPAPM) Kota Medan bersama Forum Komunikasi  Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK Puspa) Kota Medan menggelar Rapat koordinasi (Rakor) Selasa(6/4) di Amaliun Food Court Dan Convention Hall Medan.

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan, Khairunisa, MM diwakili Kabid Perlindungan Hak Perempuan & Perlindungan Khusus Anak Robert Antonius Napitupulu, A P, M Si memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan mendorong sinergi internal dan mensinergikan eksternal guna  mendukung percepatan Kota Layak Anak (KLA) dan Kota Ramah Perempuan (KRP).

“Menyadari berat dan kompleksitas persoalan yang dihadapi perempuan dan anak saat Ini, dan untuk memastikan bahwa program unggulan tersebut dapat berjalan  baik dan mencapai tujuannya, Dinas Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak Dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Medan perlu menggalang pIartisipasi semua pihak.

Tidak hanya sesama lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, namun juga Lembaga Masyarakat, Organisasi Keagamaan, Akademisi, Lembaga Riset, Dunia Usaha dan media.

“Semua instansi ini untuk turut bersama terlibat dalam pembanguan PPPA, sesuai bidang dan kewenanganya,” ujarnya.

Dilanjutkannya, apabila  Kota Ramah Anak Dan Perempuan sudah tercipta, maka kota tersebut aman untuk semua masyarakatnya.

“Prinsip dasar dari Kota Ramah Perempuan ini adalah bagaimana sebuah kota dibangun agar inklusif untuk semua warganya, perempuan dan laki-laki, kaya-miskin, masyarakat sipil, sektor swasta dan tentunya aman, sehingga semua warga dapat bekerja. Bersosialisasi dan mengaktualisasikan dirinya,”ungkapnya.

Upaya SInergis

Hal lain disampaikan, upaya sinergis yang akan dilakukan  untuk mendukung percepatan Kota Medan Layak Anak Dan Kota Ramah Perempuan Perempuan.

Yakni dengan strategi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA), yang sehat, tumbuh dan berkembang, cerdas ceria, berakhlak mulia, terlindungi dan aktif berpartisipasi serta cinta tanah air dan  pembangunan perkotaan seharusnya diarahkan ke pembangunan yang dapat mengantisipasi lonjakan penduduk.

Kemudian kemiskinan, masalah keamanan, khususnya untuk perempuan dan anak-anak, serta penyandang cacat dan berbagai masalah sosial lainnya, terutama mengakhiri kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di ruang publik.

Pembicara dalam kegiatan, Kabid Perlindungan Hak Perempuan & Perlindungan Khusus Anak Robert Antonius Napitupulu, A P, M Si dan Fitri dari Dinas P3A Provinsi Bidang PHA, Ketua FK Puspa Kota Medan,Muhammad Jailani. (m22)

  • Bagikan